Jasa Marga Diminta Ganti Metode Konstruksi yang Tidak Sebabkan Kemacetan

Yanurisa Ananta
20/11/2018 16:49
Jasa Marga Diminta Ganti Metode Konstruksi yang Tidak Sebabkan Kemacetan
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MESKI PT Jasa Marga diperbolehkan melanjutkan proyek pembangunan layang (elevated) Tol Jakarta-Cikampek, namun Jasa Marga tetap harus memberikan penjelasan detail kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait metode konstruksi yang dipakai agar tidak menyebabkan kemacetan.

"Yang kita kasih prioritas cuma (proyek) elevated (Tol Jakarta-Cikampek) saja. Elevated pun bukan gratis gitu saja. Saya minta kegiatan konstruksi supaya dihitung sekali bahwa tidak akan mengakibatkan kemacetan yang signifikan," tutur Budi Karya di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/11).

Rencananya, Menhub akan bertemu kembali dengan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani besok, Rabu (21/11), untuk membahas hal ini. Pertemuan dilakukan guna mengetahui apakah ada rekayasa konstruksi yang lebih soft yang bisa dilakukan guna menghindari kemacetan.

"Atau apakah ruang-tuang pembatasan bisa lebih lebar. Jadi, Selasa atau Rabu ada satu keputusan dengan Jasa Marga," imbuhnya.

Dirut Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan, proyek elevated Tol Cikampek memiliki tenggat waktu yang cukup ketat. Jalan layang tol ini harus selesai bersamaan dengan selesainya Trans Jawa yang akan beroperasi beberapa waktu lagi. Dirinya khawatir bila pembangunan tertahan di Cikampek, maka pembangunan Trans Jawa pun tidak akan maksimal.

"Kita ingin Trans Jawa bisa bermanfaat bukan hanya dari Cikampek sampai Grati, tapi juga dari Jakarta sampai Grati jadi tidak ada kendala tersendat," tutur Desi.

Untuk itu pihaknya akan lebih banyak berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), BPTJ (Badan Pengelola Tol Jakarta), dan Kepolisian guna mengatur beberapa proyek di Tol Cikampek. Secara umum, lanjut Desi, proyek elevated dikerjakan pada pukul 22.00 hingga pukul 06.00 sehingga masyarakat harus menghindari jam-jam tersebut untuk menuju Bandung.

Saat ini, masih ada 42,5% proyek elevated Tol Cikampek yang masih harus diselesaikan setidaknya hingga masa mudik 2019.

Sebelumnya, Menhub memutuskan tidak membolehkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Light Rapid Transit (LRT) melanjutkan pembangunan di ruas Tol Cikampek hingga Juni 2019 lantaran menyebabkan kemacetan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya