Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DRPD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meragukan jika PT Jakarta Propertindo ditugaskan membangun Stadion Taman Bersih Manusiawi Berwibawa (BMW) menggunakan dana dari penyertaan modal daerah (PMD). Sebab, Jakpro masih menyisakan masalah dengan mengalokasi dana PMD yang mereka terima pada 2013 sebesar Rp650 miliar tanpa sepengetahuan DPRD DKI.
"Karena bukan apa-apa, sekali lagi saya ada satu melihat yang kurang baik di Jakpro," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/11).
Baca jua: Pemprov DKI Masih Bahas Anggaran Stadion BMW
DPRD DKI Jakarta sampai membentuk panitia khusus untuk menyelidiki realokasi anggaran PMD tersebut. Padahal, anggaran Rp650 miliar itu semestinya digunakan untuk mengakusisi 49% saham PT Astratel Nusantara di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) pada 2013. Namun, rencana itu tidak jadi dilaksanakan.
Jakpro malah menggunakan Rp650 miliar untuk membiayai proyek lain, seperti power plant di Marunda berkapasitas 650 megawatt, membeli saham di PT Food Station Tjipinang Jaya, saham PT Cinere Serpong Jaya di ruas Serpong-Cinere, dan tambahan investasi penyertaan modal perusahaan (PMP) di PT Jakarta Tollroad Development.
Dana Rp650 miliar itu pun akan dikembalikan oleh Jakpro pada akhir tahun ini. Namun pengembaliannya diambil dari kas perusahaan Jakpro.
Prasetyo tetap ingin Stadion BMW digarap Dinas Pemuda dan Olahraga DKI. Menurut dia, tak ada bedanya proyek penugasan itu dikerjakan Jakpro atau dinas terkait. Karena itu, Prasetyo lebih memilih dinas yang langsung melelang dan menetapkan kontraktor proyek.
"Misalnya Jakpro membangun, maintenance setahun dipegang dia. Setelah satu tahun diserahkan kemana? Pemerintah Daerah lagi kan pengelolanya? Apa bedanya? Enggak langsung saja? Kan sama saja. Kalau enggak benar (mengelolanya), getok saja kepalanya," jelas Prasetyo.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersikukuh agar pembangunan stadion bertaraf internasional di kawasan Taman BMW, Jakarta Utara tetap dibangun Jakpro. Sebab, Anies tidak percaya jika pengelolaannya ditangani dinas. "Kalau dia enggak percaya dengan Dinas Olahraga, pecat saja," tegas Prasetyo. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved