Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SISA lebih perhitungan anggaran (SiLPA) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018 diprediksi sebesar Rp12,1 triliun. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengklaim capaian penyerapan anggaran tahun ini akan lebih baik dibanding 2017 lalu.
"Sudah dihitungkan, silpa itu sekitar Rp12,1 triliun. Kalau tahun lalu Rp13,1 triliun, jadi lebih baik," kata Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/11).
Nilai Silpa tersebut meningkat dibanding asumsi yang dibuat oleh Pemprov DKI pada penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2018 lalu sebesar Rp7,7 triliun. Artinya ada selisih Rp4,4 triliun antara target di awal penyusunan dengan realisasi di akhir tahun anggaran.
Saefullah tidak menjelaskan secara rinci penyebab bertambahnya angka Silpa tersebut. "Asumsi kita berubah dari rencana Rp7,7 triliun ternyata perhitungan kita jadi Rp12,1 triliun ya," ujarnya.
Namun apabila dibandingkan dengan sisa anggaran 2017 lalu, maka jumlah Silpa tahun ini lebih kecil. Pada 2017 lalu, Silpa Pemprov DKI yakni Rp13,1 triliun dari postur APBD sebesar Rp71,89 triliun. Sementara pada 2018 ini, total APBD Perubahan DKI 2018 yakni Rp83,26 triliun.
Kemudian dengan perhitungan silpa tersebut, capaian penyerapan anggaran Pemprov DKI ditargetkan sebesar 83%. Sedikit lebih tinggi dibanding penyerapan anggaran tahun lalu, yakni 82,56%.
"Sudah kita hitung sekitar 83% target penyerapan. Sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu, makanya silpa lebih rendah. Semoga saja begitu," ucap Saefullah.
Namun sampai Senin (19/11) ini, angka penyerapan anggaran Pemprov DKI baru mencapai 55,54% atau Rp41,7 triliun dari total alokasi daftar penggunaan anggaran (DPA) Rp75 triliun. Rinciannya, 50,17% terserap untuk belanja langsung, yakni belanja pegawai, barang jasa, dan modal. Sementara itu, untuk belanja tidak langsung telah terserap sebesar 62%. Anggaran belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, hibah, bunga, subsidi, bantuan sosial, bantuan keuangan, dan biaya tak terduga.
Saefullah optimistis target penyerapan 83% bisa tercapai. Sebab, ada sejumlah proyek yang pembayarannya akan dilunasi pada akhir tahun ini, seperti rehab gedung Dinas Pendidikan DKI, rehab total dan rehab berat sekolah, juga sejumlah perbaikan lingkungan. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved