Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS Human Immunodeficiency Virus atau HIV di Kota Bekasi meningkat signifikan tahun ini. Bahkan, di Jawa Barat, Kota Bekasi, memasuki peringkat ke-2 setelah Kota Bandung.
Ketua Umum Jaringan Indonesia Positif (JIP), Festika Rosani, menyampaikan penyebab utama kasus HIV merebak adalah pola hidup masyarakat yang kurang sehat, terlebih akibat pergaulan bebas. Di Kota Bekasi tercatat sekitar 1.000 jiwa terinveksi virus HIV karena seks bebas dan narkotika yang menggunakan jarum suntik.
“Memang perlu adanya perhatian pmasyatakat dan perintah untuk memerangi penyakit ini,” kata Festika, Senin (19/11).
Menurut Festika, dalam satu hari pihaknya bisa menemukan lima penderita HIV positif di satu rumah sakit. Rata-rata pendiritanya adalah anak-anak, yang tertular dari orang tuanya. “Mereka tertular sejak masih dalam kandungan. Biasanya si Ibu yang terkena atau dari si Bapak,” ujar Festika.
Untuk itu, aa berharap pada 2030 mendatang kasus HIV dan AIDS bisa hilang. Paling tidak, angka mematian yang disebabkan virus tersebut bisa hilang.
“Target kita sampai 2030 Indonesia bebas HIV, tidak ada penularan dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap penderita HIV-AIDS. Bagaimanapun mereka adalah saudara-saudara kita yang harus selalu kita support, sebab kebanyakan dari mereka itu tidak mengetahui terinveksi virus tersebut,” tandas dia.
Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, membenarkan angka tersebut dialami oleh Kota Bekasi di tahun 2018 ini. Dinas Kesehatan Kota Bekasi pun tidak menutup mata, upaya pencegahan seperti sosialiasasi dan pemeriksaan kepada ibu hamil sudah dilakukan.
“Betul. Itu PR kami. Bagaimana pun juga kasus HIV-AIDS itu seperti gunung es. Bukannya berkurang, tetapi malah bertambah karena ini perubahan prilaku yang dilakukan masyarakat,” ungkapnya.
Upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi sudah dilakukan. Misalnya dengan melibatkan penggiat-penggiat HIV-AIDS yang ada di Kota Bekasi.
“Kita selali melibatkan. Kita juga ada kumpulan-kumpulan Orang dengan HIV/ AIDS atau ODHA yang terinveksi virus tersebut dan kita perdayakan untuk membantu konseling dan pengobatan yang selama ini sudah kita lakukan terus berjalan,” kata Tanti.
Tanti mengatakan, masyarakat jangan sampai melakukan diskriminasi terhadap penderita HIV-AIDS. Sebab selama ini mereka juga yang membantu pemerintah dalam sosialisasi pencegahan virus tersebut.
“Oleh itu kita berharap agar masyarakat tidak menganggap virus tersebut adalah hal yang tabu, sehingga untuk memeriksakan dirinya di tutup. Oleh itu ini adalah tugas Dinkes dan pendampingan masyarakat agar sama-sama mensosialisasikan agar memeriksan , baik itu yang merasa sehat atau yang terjangkit agar diperiksan dengan yang sudah,” tandas dia (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved