Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBAR trotoar itu beragam, 10-12 meter. Trotoar yang berada di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin itu, membuat Muis, warga Kota Bogor, betah berlama-lama di Jakarta. “Trotoar di Jakarta kini bersih, indah, dan nyaman untuk pejalan kaki. Di Jalan Sudirman, trotoar juga ramah penyandang disabilitas, terutama warga yang tidak bisa melihat,” ujar Muis.
Hanya, dia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya peduli disabilitas yang tidak bisa melihat. “Saudara-saudara kita yang tidak bisa berjalan seharusnya juga bisa menikmati trotoar di Sudirman ini, dengan jalur khusus kursi roda,” harapnya. Trotoar sejatinya memang harus bisa digunakan semua pejalan kaki. Tak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Kini, Pemprov DKI telah mempercantik sejumlah trotoar di ruas jalan Jakarta.
Selain di Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin, trotoar cantik dan ramah disabilitas juga terbangun di Jalan Asia Afrika, di sepanjang Stadion Utama Gelora Bung Karno. Trotoar cantik dan bersih di Jalan Asia Afrika tampil dengan lantai berwarna hitam. Selain itu, dipadukan dengan pepohonan rindang di kanan-kirinya menjadi pemandangan baru yang indah bagi warga. Sore itu, sekelompok warga yang baru keluar dari Senayan, tidak tahan untuk meninggalkan trotoar begitu saja. Mereka menyempatkan diri berjalan puluhan meter dan mengabadikan kondisi trotoar dengan gawai masing-masing.
Tong sampah
Potret trotoar di area Gelora Bung Karno itu banyak diapresiasi warga. Pejalan kaki bisa dengan nyaman melintas. Lantai trotoar dibuat dari batu alam andesit. Warna hitam untuk jalur pejalan kaki dan warna hijau untuk jalur pesepeda.
Di beberapa titik sepanjang trotoar, terdapat tong sampah. Penyandang disabilitas kebagian di sisi trotoar lainnya.
“Saya sudah dengar beberapa waktu lalu. Hari ini, saya membuktikan dan ternyata benar, indah dan nyaman,” kata Wati, salah seorang warga. Keberadaan banyak tong sampah, juga disambut warga. Wahyu, pejalan kaki yang sering melintas di trotoar Jalan Sudirman dan Jalan Asia Afrika, mengakui trotoar yang bersih dan indah sangat menyenangkan. “Kalau trotoar bersih begini saya juga jadi segan buang sampah sembarangan,” ujar Wahyu.
Keindahan trotoar di Jakarta itu makin rancak karena sejumlah kelompok musik juga didaulat beraksi di pinggir trotoar. Di Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin, ada kelompok Musik Tepi Barat, yang rutin bertandang dua kali seminggu.
Kini, trotoar di tengah kota itu tidak hanya jadi milik para karyawan kantor di sekitarnya. Warga dari berbagai sudut kota pun sengaja datang, berjalan kaki, menikmati rindangnya sore di tengah kota.
Di malam hari, mereka juga bisa menikmati santapan malam, yang disediakan sejumlah pedagang makanan, yang berjajar rapi di seberang jalan. Namun, revitalisasi trotoar itu bukan tanpa pengorbanan. Seperti diungkapkan Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak pelebaran trotoar membuat penyempitan jalan. “Jalan Sudirman jadi salah satu dari 11 titik rawan kemacetan di Jakarta Pusat.” (J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved