Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR Cisalak di Jalan Raya Bogor Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok kembali menelan korban jiwa. Pekan lalu, seorang pelayan restoran tewas setelah terjun bebas dari lantai 3 Pasar Cisalak setinggi 10 meter.
Korban bernama Syarifuddin, 38, warga Gang Serojo RT 003 RW 06, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok itu tewas dengan kondisi kepala pecah. Tulang rusuk dan punggung Syarifuddin pun juga remuk setelah tubuhnya menghantam lantai dasar gedung pasar (Basement) setelah mengantar nasi kepada pelanggannya. Tubuh Syarifuddin terhempas di lokasi penjual ikan dan daging.
Keterangan sejumlah pedagang di pasar itu mengatakan, keselamatan pedagang dan pengunjung kurang mendapatkan perhatian. Bahkan sejak musibah jatuhnya pelayan restoran akhir pekan lalu, pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok tidak memperketat pengawasan keselamatan pedagang dan pengunjung pasar.
“Pasar Cisalak rawan terhadap keselamatan,“ ujar Jono, salah satu pedagang ikan di lantai basement, Minggu (18/11).
Baca juga: Pedagang Buah Sepi, Stasiun Pasar Minggu jadi Tempat Menginap Metromini
Jono memaparkan sejak pasar diresmikan dan beroperasi 27 April 2017, lift yang terbuat dari besi kerap macet dan tertutup rapat. Akibatnya, pedagang dan pengnjung pasar serta pegawai pasar terperangkap di dalam lift nahas tersebut.
“Beruntung tak ada korban,“ kata Jono.
Tiap musim hujan, sambung Jono, Pasar Cisalak juga kerap terendam banjir. Meski ketinggian genangan air hanya sekitar 25-30 sentimeter kondisi ini cukup merepotkan pedagang karena air masuk sampai ke dalam kios dan los pedagang.
Karenanya, mereka cukup sulit beraktifitas serta berpotensi terserang penyakit akibat genangan air yang kotor.
"Di sini kalau hujan dikit emang banjir. Soalnya basement pasar lebih rendah tiga meter dari badan jalan. Tidak hanya itu, mesin penyedot limbah ayam potong sering rusak sehingga limbah ayam potong sering meluber ke kios dan los pedagang ikan dan daging," kata Jono.
Wisnu, warga yang rumahnya berhadap-hadapan dengan pasar menuturkan warga sekitar Pasar Cisalak, mengeluhkan sampah, yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), di belakang pasar. Selain menumpuk karena tidak segera diangkut, keberadaan sampah menimbulkan bau tidak sedap serta membuat pemandangan menjadi kumuh.
Wisnu menyebut keberadaan sampah di sana menjijikkan. Tidak hanya membuat pemandangan jadi tak nyaman, bau sampah juga membuatnya mual.
"Baunya bikin tidak tahan," katanya, Minggu (18/11).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Kania Purwati selaku pejabat yang bertanggung jawab tak merespon permintaan konfirmasi. Tetapi Dulani dari bagian retribusi Unit Pengelola Teknis Pasar Cisalak, mengakui lift pasar sering ngadat.
“Saya dan beberapa pengunjung pernah terjebak selama satu jam di dalam lift,“ kata Dulani.
Demikian halnya dengan persoalan banjir yang merendam lantai dasar (basement) setiap hujan turun diakuinya.
“Kios/los pasar sering terendam banjir lantaran letak lokasinya tiga meter di bawah permukaan jalan,” ujarnya.
Sementara Syarifuddin pelayan restoran yang tewas setelah terjun bebas usai mengantarkan makanan ke pelanggannya dari lantai 3 Pasar Cisalak disebabkan keramik lantai licin.
“Kaki Syarifuddin tergelincir dekat tangga di lantai tiga. Tiba-tiba dia jatuh dan langsung terjun bebas ke lantai dasar setinggi sekitar 10 meter," kata Dulani
Pasar Cisalak yang memiliki 4 lantai dibangun di era pemerintahan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail 2015. Pasar Cisalak diresmikan Wali Kota Depok pengganti Nur Mahmudi, Idris Abdul Shomad 27 April 2017. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved