Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT MRT Jakarta memastikan menjadi moda transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Pihak MRT akan membuat ruangan khusus bagi para penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.
Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmattulah, mengatakan MRT akan menjadi salah satu moda transportasi yang ramah penyandang disabilitas.
“Untuk penyandang Disabilitas kami siapkan sarana dan prasarana khusus mulai dari trotoar, yang menggunakan Blok Taktil yang dapat digunakan sebagai akses menuju MRT," ujar Tubagus, Minggu (18/11)
Bagi tuna netra, pihaknya juga telah menyediakan Lift dan braille ketika mereka hendak menggunakan MRT. Pihaknya menyediakan lift atau elevator ke dekat bidang miring yang bisa digunakan penyandang disabilitas.
Baca juga: Penyandang Disabilitas Diminta tidak Golput
Dari situ, bisa langsung masuk ke beranda peron lalu beli tiket. Nanti ada pintu khusus untuk masuk elevator lagi yang mengantar mereka menuju kereta MRT. Selain itu, pihaknya juga membuat ruangan khusus bagi para penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.
“Ruang kursi roda pada kereta MRT ke 3 dan ke 4 kita siapkan khusus untuk teman-teman yang gunakan kursi roda," bebernya.
Selanjutnya, penempatan tiap - tiap fasilitas untuk akses menuju MRT bagi Disabilitas berjarak berdekatan sehingga, mempermudah ruang gerak mereka dalam menggunakan moda transportasi tersebut.
"Jadi mulai dari keluar lift langsung belok kiri itu sudah di gerbong kereta tiga dan empat (khusus disabilitas). Celah peronnya juga tidak besar dan sangat tipis sehingga mereka (penyandang disabilitas) tidak dibantu bisa sendiri. Toilet juga ada kita siapkan khusus seperti yang ada di mall," katanya.
Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya masih terus melanjutkan pengerjaan proyek tahap I. Saat ini progresnya audah 98,08%. Pengerjaan terus dilakukan hingga bulan depan. Namun ada beberapa rute Bus Trans Jakarta (TJ) Koridor 1 yang berhimpitan dengan Jalur MRT untuk dihapus.
Selain itu, pihak MRT akan melakukan penandatanganan MOU dengan pihak TJ.
"Saya tidak bisa memberikan jawaban secara detail, namun yang pasti Insyaalah minggu depan akan kita tandatangani, MOU tersebut," paparnya.
Menurutnya, dengan adanya perjanjian tersebut pihaknya bersama manajemen Trans Jakarta akan mengkaji bersama terkait permasalahan yang mungkin bersinggungan dengan Jalur MRT ke depannya.
"Salah satunya, kita akan diskusi mengenai masalah fiber atau rute - rute baru yang mengumpan ke MRT. Karena di sini diharapkan MRT menjadi background," tukasnya.
Pihaknya juga akan membicarakan mengenai koridor - koridor yang berimpitan untuk selanjutnya diambil keputusan.
"Ya salah satunya, mengenai koridor satu ini akan kita ambil keputusannya nanti seperti apa," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan bakal ada empat halte transjakarta yang dirancang terintegrasi dengan moda raya terpadu (MRT).
"Ada empat titik, pertama Lebak Bulus, kedua CSW koridor 13 kita dengan Halte Sisingamangaraja, Dukuh Atas dan Bundaran HI merupakan titik sebagai prioritas," katanya.
Halte Dukuh Atas dan Bundaran HI yang berada di dekat stasiun MRT dengan nama yang sama, merupakan bagian dari Koridor 1 Blok M-Kota. Koridor ini dilintasi sekitar 26 rute bus. Menurut informasi yang dihimpun, Bulan Maret 2019 mendatang, MRT Fase satu dari Lebak Bulus ke Bundaran HI akan siap digunakan masyarakat.
MRT bukan hanya dinilai bukan hanya sebuah alat transportasi baru namun juga budaya baru dalam transportasi publik. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved