Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Metro Jaya memastikan HAS merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap sekeluarga Diaperum Naeggolan di Bekasi, beberapa hari lalu.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat mengatakan sejauh ini pelaku mengaku menjalankan aksinya seorang diri. Apalagi pelaku yang merupakan kerabat korban, dengan mudah dapat mengakses kediamannya.
"Sementara pelaku tunggal, dia mengaku juga sendiri," kata Wahyu, Jumat (16/11) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Pelaku berinisial HAS mengaku telah merencanakan pembunuhan terhadap Diaperum. Aksi nekatnya itu, dilatarbelakangi dendam akibat sering diejek korban.
"Pelaku ini sakit hati karena korban sering dihina ketika main ke rumah korban. Dianggap tidak berguna dan sebagainya," sebutnya.
Wahyu menambahkan dari keterangan pelaku, hinaan terhadap pelaku sering dilakukan korban. Bahkan, dia sempat menerima penganiayaan dari korban karena dianggap tidak berguna.
"Jadi dia itu kan bersaudara sekarang dia udah nggak kerja. Pengakuan tersangka, dia pernah ditendang korban," paparnya.
Kata Wahyu, motifnya sakit hati dan dendam. Oleh karena itu, dia sudah merencanakan itu sejak lama karena itu pelaku datang ke sana malam hari sebelum pembunuhan terjadi.
"Jadi masuk ke rumah korban, datang karena sudah biasa bertamu, pelaku masuk dengan tidak mencongkel. Dia masuk dan menjalankan aksi ketika melihat korban sudah tidur," pungkasnya
HAS dijerat sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 365 ayat 3 juncto Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP dan terancam hukuman mati. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved