Negara Merugi Rp65,1 T

(Hym/J-1)
16/11/2018 08:10
Negara Merugi Rp65,1 T
(MI/Haufan Hasyim Salengke)

HASIL survei lembaga Masyarakat Indonesia Antipemalsuan (MIAP) menunjukkan kerugian ekonomi di Indonesia akibat pemalsuan produk terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2005 kerugian ekonomi mencapai Rp4,41 triliun dan angkanya meningkat tajam pada 2014 yang mencatatkan kerugian hingga Rp65,1 triliun.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk Penanggulangan Peredaran Produk Palsu/Ilegal sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia yang diselenggarkan Masyarakat Indonesia Antipemalsuan (MIAP) bekerja sama dengan Inta di Jakarta, kemarin.

Ketua MIAP Justisiari P Kusumah mengatakan, persoalan peredaran produk palsu saat ini makin kompleks. Pasalnya, kini peredaran produk palsu atau ilegal tak hanya terjadi di pasar konvensional, tetapi juga melalui e-commerce dan kanal penjualan daring.

Sementara itu, dalam jangka panjang, Indonesia ialah salah satu pasar e-commerce yang besar dan akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone, meningkatnya daya beli, dan juga adopsi teknologi masyarakat yang cepat.

Karena itu, perlu langkah antisipasi untuk menanggulangi peredaran produk palsu atau ilegal untuk dapat melindung konsumen di Indonesia.

"MIAP mengajak para pelaku sektor industri e-commerce untuk turut secara aktif mencegah peredaran barang palsu/ilegal dengan menerapkan suatu sistem pencegahan dan assessment terhadap mitra-mitra mereka demi mengutamakan kepentingan konsumen dan melindungi hak pemegang merek yang sah," tandas Justisiari.

Menanggapi hal tersebut, Brigjen Albertus Rahmad Wibowo, Direktur Siber pada Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, mengatakan sangatlah penting mendorong peran aktif pelaku usaha dan bisnis untuk memperhatikan hak konsumen.

Namun, yang tak kalah penting, kata dia, ialah adanya penegakan sanksi hukum yang tegas bagi para pelaku atau yang terlibat didalamnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya