Saudara Jadi Terduga Pembunuhan Keluarga

(Hym/Gan/YP/J-3)
16/11/2018 08:00
Saudara Jadi Terduga Pembunuhan Keluarga
( ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PELARIAN sejauh 200 kilometer tidak membuat HS lepas dari jerat hukum. Kemarin, pria asal Sumatra Utara itu ditangkap polisi saat bersembunyi di kaki Gunung Guntur, di wilayah Kabupaten Garut.

HS, seperti diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, menjadi petunjuk utama bagi penyidik guna mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi. Empat orang tewas dalam aksi sadis itu, yakni suami-istri Diperum Nainggolan, 38 dan Maya Ambarita, 37, serta kedua anak mereka: Sarah, 9, dan Arya, 7.

HS masih terikat pertalian saudara dengan korban Maya Ambarita. Ia diburu polisi setelah mobil Nissan X-Trail milik korban ditemukan di garasi rumah kos HS di Cikarang, Rabu (14/11).

"Dari hasil identifikasi, kendaraan itu dibawa oleh HS, dan ditinggalkan di Cikarang. Penyidik kemudian melacak keberadaan HS ke Garut dan ia bisa ditangkap saat bersembunyi di sebuah saung di kaki Gunung Guntur," ungkap Argo.

Saat ditangkap, HS mengaku hendak naik gunung. Dia membantah terlibat dalam pembunuhan saudara perempuannya.

Dalam penggeledahan polisi menemukan kunci mobil Nissan dan menyita uang tunai Rp4 juta dari saku HS. Polisi juga menemukan adanya luka di jari telunjuk HS.

Saat diinterogasi, dia mengaku sempat mengobati luka itu di klinik dekat tempat indekos di Cikarang. "Kepada perawat, dia mengaku luka itu karena jatuh," lanjut Argo.

Laboratorium Forensik

Saat menemukan kendaraan milik korban di rumah indekos HS, polisi juga melakukan penggeledahan di kamarnya. Mereka menemukan celana panjang warna hitam yang sudah bernoda darah di kamar itu.

"Kami sudah mengambil sampel darah di kamar dan di mobil. Nanti kami cocokkan dengan darah korban di lokasi kejadian. Darah di kedua lokasi akan diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri dan hasilnya akan menentukan status HS," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Jenazah keempat korban dimakamkan di Hariara Tolu, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, kemarin.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengaku sangat bersimpati atas kejadian itu. "Peristiwa ini menyayat hati seluruh keluarga dan warga Samosir," tandasnya.

Keempat korban ditemukan sudah tidak bernyawa, Selasa (13/11) pagi. Feby, saksi mata, mengaku curiga karena biasanya keluarga itu sudah sibuk di pagi hari.

"Pagi itu, rumah mereka sepi. Hanya gerbang rumah terbuka dan ada suara televisi yang menyala dari dalamnya," tuturnya.

Kasus ini menjadi perhatian Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota yang segera membentuk tim. Adanya kesaksian tetangga yang menyebutkan dua mobil milik keluarga itu tidak ada di tempat menjadi petunjuk dan akhirnya ditemukan di Cikarang.

Rumah yang ditinggali keluarga korban itu merupakan rumah kontrakan. Mereka sudah lima tahun tinggal di sana.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya