Rumah DP Rp0 Incaran Pekerja Serabutan

(Ferdian AM/J-1)
16/11/2018 08:45
Rumah DP Rp0 Incaran Pekerja Serabutan
(MI/MOHAMAD IRFAN)

PRIA paruh baya mengenakan jaket hitam dan celana jins itu sibuk membolak-balik lembaran kertas pendaftaran kepemilikan rumah DP Rp0. Sesekali ia perbaiki tulisan di kertas tersebut.

Di sampingnya, duduk istrinya sambil memegang tiket antrean bernomor 28, menunggu giliran dipanggil petugas di kantor pendaftaran yang berada di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Samsudin, 53, pria paruh baya itu, menyahut ketika nomor 28 dipanggil petugas. Bergegas ia bawakan seluruh berkas persyaratan dan kembali menemui istrinya dengan membawa selembar kertas bertuliskan 'Tanda Terima Pendaftaran'.

Selama 30 tahun, Samsudin tinggal di kediaman mertuanya hingga memiliki tiga anak dan tiga cucu. Pekerjaannya tidak menentu, tapi kini ia tengah menekuni profesi sebagai tukang ojek online.

"Selama ini pekerjaan saya serabutan, cuma cukup buat makan sehari-hari. Mana punya uang lebih buat beli rumah," ucapnya.

Samsudin juga mencari tambahan dengan bekerja sebagai tenaga keamanan di sebuah perumahan.
"Alhamdulillah penghasilan saya Rp4 juta per bulan, semoga bisa lolos verifikasi," katanya.

Samsudin telah mendaftar untuk memiliki rumah tipe 21 dengan cicilan Rp1,6 juta per bulan selama 15 tahun. Ia pun akan mulai menabung agar pengeluaran bisa normal ketika proses cicilan mulai berjalan.

"Kalau enggak mencicil dari sekarang, sampai mati juga enggak bakal punya rumah di Jakarta," ucapnya.
Sama halnya dengan Nurlaila, 52, warga warga Kwitang, Kecamatan Senen. Kehadiran program kepemilikan rumah tanpa uang muka itu menjadi solusi bagi keluarganya yang penghasilannya tak menentu.

"Kita masih tinggal di rumah warisan orangtua, ramai-ramai tinggal di sana. Keinginan punya rumah sendiri itu sudah ada sejak lama, tapi enggak pernah ada uangnya," kata Nurlaila yang sehari-harinya bekerja sebagai juru masak di sebuah rumah makan.

Dari hasil kerjanya, Nurlaila diupah sebesar Rp2 juta per bulan, sedangkan suaminya berdagang di Blok M dengan penghasilan yang tidak menentu.

"Kita modal nekat saja, kita ikhtiar untuk mendaftar," terangnya.

Data yang dirangkum sejak 1 November hingga 9 November menyebutkan jumlah pendaftar kepemilikan rumah DP Rp0 itu telah melebihi unit yang akan tersedia pada 2019, yakni 780 unit yang berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Pendaftaran itu baru akan ditutup pada 20 November 2018.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya