Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH seorang warga Kwitang Kecamatan Senen, Nurlaila, 52, mengaku patungan dengan suaminya untuk bisa memenuhi persyaratan mendaftar rumah tanpa DP di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Nurlaila mengaku sudah lama ingin memiliki rumah sendiri. Namun, ekonomi keluarga yang tidak stabil kerap kali menjadi penghalang baginya untuk memiliki rumah sendiri.
"Kita masih tinggal di rumah warisan orangtua, rame-rame di sana. Ya, pengen punya rumah sendiri sudah lama," kata Nurlaila yang berkerja sebagai juru masak.
Dari hasil kerjanya, Nurlaila hanya diupah sebesar Rp2 juta, sedangkan suaminya berdagang di Blok M dengan penghasilan tidak menentu. "Nekat saja, kita ikhtiar untuk mendaftar. Karena rumah yang kita tempati juga sedang sengketa, mau dijual," terangnya.
Nurlaila menjelaskan, program Pemprov DKI Jakarta Solusi Rumah Warga (Samawa) itu setidaknya sedikit memberikan harapan baginya untuk bisa memiliki rumah yang kelak bisa ditempati bersama suami dan seorang anaknya. "Alhamdulillah, dengan ini mungkin kami punya rumah nanti," terangnya.
Baca juga: 498 Warga Daftar Rumah Tanpa DP di Jakarta Pusat
Meskipun demikian, Nurlaila berharap cicilan rumah itu bisa lebih ringan. Apalagi biaya kebutuhan lainnya meningkat dengan pendapatannya yang masih dibawah UMP."Kalau dihitung keperluan biaya lain, masih berat ya, biaya anak sekolah juga mahal," lanjutnya.
Tidak hanya Nurlaela, warga Menteng Tenggulun, Zia 38, juga berharap memiliki rumah sendiri setelah 20 tahun menumpang di rumah mertua.
"Saya cuma guru pesantren, ini patungan juga sama isteri biar bisa pisah dari mertua," kata Zia.
Zia telah melengkapi semua persyaratan untuk mendapatkan jatah rumah DP Rp0 di Klapa Village. Namun, ia belum mengetahui, apakah mereka bakalan lolos verifikasi atau bakalan ditolak.
"Kalau dapat, bersyukur. Kalau tidak, ya belum beruntung. Tetapi saya mau tahu kendalanya dimana," paparnya.
Lain halnya dengan, Khairuddin, 43, warga Senen ini optimistis bisa lolos verifikasi dan mendapatkan rumah DP Rp0 tersebut. Katanya, pendapatan yang ia dapat mencapai Rp7 juta setiap bulan. "Saya pedagang, kalau beli rumah apalagi di Pusat pasti ratusan juta. Kalau rumah ini, saya yakin mampu," jelasnya.
Khairuddin yang telah puluhan tahun tinggal di rumah kontrakan, bertekad bisa memiliki rumah subsidi pemerintah DKI Jakarta. Oleh karena itu, ia berharap tahun depan sudah bisa menempati perumahan tersebut. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved