Calon Wagub Harus Ngerti Jakarta

(Nic/J-3)
13/11/2018 05:55
Calon Wagub Harus Ngerti Jakarta
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

AHMAD Syaikhu dan Agung Yulianto tidak akan mudah melenggang untuk menjadi pengganti Sandiaga Uno. Partai Gerindra tidak akan memberikan blangko kosong untuk mereka.

"Ada tiga kriteria dalam proses uji kelayakan dan kepatutan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Kami tidak ingin sosok wakil gubernur tidak memahami seluk-beluk Ibu Kota," papar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Mohammad Taufik, kemarin.

Kriteria pertama, sosok calon wakil gubernur harus memahami Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jakarta. RPJMD itu sudah disusun Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, saat masih menjabat wakil gubernur.

Menurut Taufik, RPJMD menaungi program Pemprov DKI yang kemudian dielaborasi ke dalam program tahunan. Semua pangkalnya RPJMD, yang di dalamnya juga mencakup visi misi gubernur.

Kriteria kedua, sebut Taufik, calon wagub harus memahami seluk-beluk pemerintahan dan persoalan DKI Jakarta. "Saya tidak ingin sosok Wagub DKI tidak memahami apa pun tentang Ibu Kota. Siapa pun yang terpilih menjadi wagub merupakan sosok yang bekerja untuk Jakarta."

Seperti Anies, lanjut dia, merupakan gubernurnya rakyat Jakarta. Partai bertugas menghantarkannya.

Soal siapa saja yang akan duduk dalam tim uji kelayakan, Taufik mengaku partainya tengah membahas nama-nama tersebut. Dia enggan masuk ke tim untuk menghindari konflik kepentingan. "Kalau saya ikutan badan fit and proper nanti orang berpikirnya lain lagi," tandasnya.

Tim Partai Gerindra juga tidak akan bekerja sendiri. Partai Keadilan Sejahtera memastikan akan memasang dua kadernya masuk dalam tim tersebut.

Kedua nama itu ialah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Syakir Purnomo dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. Keputusan itu diambil dalam rapat formal DPW dengan Dewan Pimpinan Pusat PKS pada Minggu (11/11).

"Setelah rapat itu, DPW PKS DKI dan DPD Gerindra DKI bakal mengadakan pertemuan kedua untuk mengumumkan perwakilan partai yang masuk tim fit and proper test. Soal waktunya, kami perlu mengontak Gerindra lebih dulu," tutur Suhaimi.

Seharusnya, pertemuan antara kedua partai dilakukan kemarin. Namun, Suhaimi ada keperluan lain sehingga pertemuan ditunda.

Gerindra dan PKS telah sepakat menyerahkan kursi Wagub DKI untuk kader PKS. Namun, calon yang diajukan tetap harus melalui uji kelayakan dan kepatutan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya