Jakarta Siap Tangani Banjir

Nicky Aulia Widadio
13/11/2018 05:15
Jakarta Siap Tangani Banjir
(MI/PIUS ERLANGGA)

JAKARTA akan dikepung banjir dan rob. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta memprediksi banjir akan terjadi besok (Rabu, 14/11).

Dalam akun media sosial resmi BPBD DKI Jakarta, potensi banjir terjadi merata di lima kota administrasi. Sementara itu, potensi rob akan terjadi di wilayah Jakarta Utara, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru.

Gubernur Anies Baswedan juga terkesan percaya diri untuk menghadapi musim penghujan dan ancaman banjir. "Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi banjir di musim penghujan ini," tegasnya, di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Langkah pertama ialah mengerahkan 1.400 relawan yang sudah terverifikasi untuk melakukan monitoring antisipasi banjir di lapangan. Sebelumnya, Pemprov DKI sudah melakukan pengerukan kali, rekayasa lalu lintas, penyiagaan pompa air, sosialisasi penanganan banjir, dan memastikan kelancaran pemberian bantuan logistik.

Kehadiran para relawan, sambung Anies, bertugas memberikan peringatan dini yang terverifikasi ketika banjir tiba.

"Selama ini kami menerima laporan banjir itu harus diverifikasi dulu karena kami tidak tahu validitas laporannya. Karena itu, kami merekrut 1.400 orang yang terverifikasi di seluruh wilayah Jakarta," tutur gubernur.

Setelah ribuan relawan itu mengirimkan laporan, tim Jakarta Smart City bisa merespons lebih cepat laporan soal banjir itu. Relawan itu terdiri dari ketua RT, ketua RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat.

Sementara itu, soal penyiapan pompa, Anies mengaku sudah ada 450 unit yang siap dioperasikan. Pompa akan ditempatkan di 30 titik rawan banjir.

Anies mengatakan data mengenai daerah yang rawan banjir sudah dipetakan dinas sumber daya air. Daerah rawan tersebut akan diawasi dengan ketat.

"Ada lebih 30 titik rawan banjir yang dimonitor secara intensif. Salah satunya di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, yang akan diatasi dengan cara membangun tanggul sementara," tandasnya.

Banjir datang

Kemarin, banjir akibat luapan Sungai Ciliwung terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Banjir datang sejak Minggu (11/11) sore.

Di Jakarta Timur, air menggenangi wilayah Kelurahan Kampung Melayu, dan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Cawang, Kecamatan Kramatjati, dan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar. Sementara itu, di Jakarta Selatan, banjir mengepung Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu.

Banjir yang melanda Kelurahan Kampung Melayu membuat 154 jiwa terdampak. Lurah Kampung Melayu, Setiyawan, mengatakan ada 48 kepala keluarga dari empat RT yang kebanjiran akibat luapan Sungai Ciliwung.

Banjir datang dini hari dan sudah surut sekitar pukul 11.30 WIB. "Kami sudah memberi peringatan datangnya banjir kiriman ke RT dan RW setempat. Sampai saat ini tidak ada posko pengungsian dan tidak ada warga yang tewas akibat banjir," tambah Sekretaris Lurah Rosefin.

Sebelum banjir datang, Gubernur Anies Baswedan mengunjungi wilayah itu. Ia melihat kondisi tanggul, yang pembangunannya sudah dihentikan sejak 2014.

"Malam ini ada limpahan air dari hulu. Untungnya tanggul sementara sudah terbangun setinggi 1 meter sehingga luapan air tidak banyak. Pembangunan tanggul sementara akan kita teruskan sampai setinggi 2 meter," tandasnya. (Ant/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya