Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi khawatir kehadiran jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang tidak efektif untuk mencegah pedagang kaki lima (PKL) mengokupansi Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat. Kehadiran skybridge justru dianggap menimbulkan persoalan baru dan memicu terus munculnya PKL baru di kawasan tersebut.
"Memang enggak ada PKL lagi di bawah (Jalan Jatibaru)? Ada lagi PKL, pasti ada PKL. Problema baru lagi, tambah problema," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/11).
Selain itu, Prasetyo menyebut skybridge yang tengah dibangun tidak memiliki nilai estetika. Dibandingkan dengan skybridge, Prasetyo memilih PKL ditempatkan di terowongan bawah tanah (tunnel) Blok G Pasar Tanah Abang. Sementara untuk ruang pejalan kaki, Pemprov DKI bisa membebaskan lahan di kawasan tersebut. "Yang bener itu, Blok G, buat tunnel ke bawah, itu yang paling gampang. Terus dari stasiun beli aja tanah, dibebasin untuk jalan kaki," kata Prasetyo.
Baca juga: Skybridge Tanah Abang Molor, Anies Akan Panggil Dirut Sarana Jaya
Pembangunan skybridge Tanah Abang masih berjalan hingga kini. Setelah molor dari target akhir Oktober lalu, jembatan itu diperkirakan rampung dalam waktu 10 hari hingga 15 hari ke depan. Skybridge dilengkapi dengan 446 kios berukuran 1,5 x 2 meter untuk para PKL yang biasanya berjualan di Jalan Jatibaru Raya.
Para pedagang diwajibkan membayar biaya retribusi Rp500 ribu per bulan atau Rp16 ribu per hari untuk biaya kebersihan, keamanan, dan penerangan. Retribusi ini baru akan diberlakukan pada 1 Januari 2019. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved