Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENUHAN 100% kebutuhan air bersih di DKI Jakarta membutuhkan investasi yang cukup besar. Investasi itu mencakup penambahan jaringan pipa baru hingga peningkatan kapasitas produksi air bersih.
Presiden Direktur PT Acuatico Air Indonesia Ivy Santoso mengatakan pihaknya membutuhkan investasi sekitar Rp14 triliun untuk meningkatkan cakupan air bersih di wilayah konsesi yang menjadi tanggung jawab Aetra Jakarta. Aetra Jakarta, selaku mitra swasta dari PD PAM Jaya bertanggung jawab atas area konsesi di sebagian wilayah utara dan seluruh wilayah timur Ibu Kota.
"Kalau menargetkan pelayanan hingga 100 persen, untuk wilayah Aetra saja butuh sekitar Rp14 triliun," kata Ivy di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (11/11).
Pasalnya saat ini, cakupan jaringan air bersih di Jakarta baru berkisar 60%. Masih ada 40% masyarakat DKI yang belum mendapatkan akses air bersih.
Investasi tersebut termasuk penambahan kapasitas produksi air bersih, perbaikan jaringan pipa eksisting, serta penambahan jaringan baru di wilayah yang belum dijangkau perpipaan.
Menurutnya, peningkatan jangkauan air menjadi 100% membutuhkan waktu setidaknya 7 hingga 10 tahun dari sekarang. Selain besarnya nilai investasi yang dibutuhkan, ada sejumlah hal yang menghambat operator untuk berekspansi, seperti masalah teknis di lapangan.
"Kalau di Jakarta itu wilayahnya sudah padat penduduk dan bangunan. Kalau kami mau bangun pipa baru atau rehabilitasi pipa lama mau tak mau harus berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah dan pengelola gedung atau jaringan lain," ujarnya.
Baca juga: Anies: Selama 12 Tahun, Pipa Air Bersih DKI Tidak Bertambah
Selain itu, ketersediaan air baku untuk diolah operator juga belum mencukupi. Aetra sebagai mitra swasta PD PAM Jaya saat ini juga bertugas mengolah serta membersihkan air baku yang ada di sungai-sungai di Jakarta.
"Aliran air baku yang ada sekarang pun tidak cukup jika kami harus menjangkau pipanisasi hingga 100% di Ibu Kota," tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan tidak ada penambahan pipanisasi air bersih dalam kurun 12 tahun belakangan. Anies berjanji Pemprov DKI akan memperbanyak pembangunan pipa air agar semua warga bisa mendapatkan akses air bersih.
Pemprov DKI sebenarnya sudah menugaskan BUMD PAM Jaya untuk membangun jaringan pipa air bersih. PAM Jaya pun mengajukan anggaran penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,2 triliun dalam pembahasan APBD Perubahan DKI Jakarta 2018 lalu.
PMD itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan pipa distribusi dan retikulasi wilayah barat dan utara Rp150 miliar. Selain itu, untuk penyediaan air bersih di rusunawa Rp15 miliar, relokasi jaringan pipa yang terdampak proyek Rp116 miliar, untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) Pesanggrahan dan Ciliwung Rp650 miliar, dan reinforcement dan extension jaringan transmisi dan distribusi Rp275 miliar.
Namun, usulan PMD itu ditolak Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta karena khawatir akan tumpang tindih dengan kewajiban membangun pipa antara PAM Jaya dan mitra swasta mereka, yakni PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved