Anies: Serapan Anggaran Rendah Karena Tagihan Menumpuk di Akhir Tahun

Nicky Aulia Widadio
11/11/2018 17:13
Anies: Serapan Anggaran Rendah Karena Tagihan Menumpuk di Akhir Tahun
(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan beralasan rendahnya pencapaian serapan anggaran hingga bulan kesebelas disebabkan oleh tagihan pembayaran yang menumpuk di akhir tahun. Anies menargetkan, penyerapan anggaran tahun ini sama dengan capaian tahun sebelumnya, yakni 85%.

"Targetnya Insya Allah sama dengan tahun lalu dan sekarang memang serapannya lebih rendah dibanding (capaian) pekerjaannya," kata Anies di Jakarta Timur, Minggu (11/11).

Anies menjelaskan, saat ini banyak pekerjaan yang tengah dijalankan namun pembayarannya belum ditagih oleh kontraktor. Sementara penyerapan anggaran terhitung ketika pekerjaan tersebut telah dibayar. "Saya lihat di Dinas Pendidikan, pekerjaan sudah selesai 77%, tapi serapannya baru 28%," tambahnya.

Hal ini, sambung Anies, perlu dikoreksi. Proses pengurusan pembayaran dianggap masih berbelit sehingga kontraktor yang melaksanakan pekerjaan fisik memilih menagihnya di ujung tahun anggaran. "Itu koreksi untuk sistem kita. Sistemnya harus diperbaiki supaya orang dimudahkan dalam menagih agar tagihannya dilakukan rutin. Dengan tagihan rutin maka angka serapan jadi baik," jelas Anies.

Baca juga: Serapan Anggaran DKI Lambat

Hingga Minggu sore (11/11), total serapan anggaran Pemprov DKI baru mencapai 54,75% atau Rp41,1 triliun dari alokasi Rp75 triliun. Sementara itu, persentase belanja langsung masih lebih rendah dibanding belanja tidak langsung.

Capaian belanja langsung baru mencapai 48,7% atau Rp20 triliun dari total alokasi Rp41 triliun. Belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, barang jasa, dan modal. Biaya untuk pembangunan infrastruktur juga berasal dari belanja langsung.

Sementara itu, capaian belanja tidak langsung telah mencapai 61,94% atau Rp21,1 triliun dari total alokasi Rp34 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai atau pembayaran gaji, pemberian hibah, subisidi, bantuan sosial, dan bantuan keuangan. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya