Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar memastikan groundbreaking proyek MRT fase II rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan mundur selama satu bulan. Penyebabnya karena gagal lelang salah satu paket konstruksi.
Groundbreaking MRT rute Bundaran HI-Kampung Bandan mundur dari Desember 2018 ke bulan Januari 2019. Namun, William memastikan mundurnya groundbreaking tersebut tidak akan berdampak pada proses pembangunan berikutnya.
Baca juga: Presiden Targetkan Maret 2019 MRT Beroperasi
"Enggak, enggak akan (berdampak). Kan mundurnya satu bulan doang dari Desember ke Januari," kata William di Halte Bundaran HI, Jakarta, Selasa (6/11).
Saat ini, proses pembangunan fase II masih dalam proses lelang. William memastikan, seluruh tahapan berjalan dengan baik meskipun terlambat.
Molornya waktu groundbreaking disebabkan gagal lelang pake CP 200. Paket CP 200 yakni paket Konstruksi Dinding Diagfragma (D-Wall) untuk Gardu Induk Monas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase II.
Gagal lelang terjadi karena para kontraktor tidak mengajukan dokumen. Dari lima yang mendaftar lelang, hanya satu kontraktor yang mengajukan dokumen. Namun, satu kontraktor itu pun ternyata tidak memenuhi kriteria saat dievaluasi secara teknis.
"Satu itu tetap bisa berjalan sebenarnya, tapi setelah evaluasi teknis, dia gagal juga. Kenapa? karena pertama, ketersediaan alat. Alat mereka ada yang sudah tidak di sini," ujar dia.
Dalam proyek fase II ini, PT MRT Jakarta bekerjasama dengan kontraktor lokal sebagai kontraktor utama. Pembangunan MRT fase II ini akan membentang sepanjang 8,3 kilometer.
MRT fase II akan memiliki delapan stasiun yang meliputi stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Nilai proyek ini mencapai Rp25,5 triliun. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved