Gerindra Tetap Mengincar Kursi DKI 2

Nicky Aulia Widadio
06/11/2018 07:50
Gerindra Tetap Mengincar Kursi DKI 2
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berpelukan dengan Sandiaga Uno (kiri) usai pengunduran diri Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Jumat (10/8).(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

KENDATI kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah diserahkan kepada PKS, tetapi Partai Gerindra masih berpeluang mengusulkan calon pengganti Sandiaga Uno tersebut.

Hal itu dikemukakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di Kantor DPD Gerindra, Jakarta Pusat, kemarin.

"(Peluang itu) terbuka, dong. Saya optimistis masih memiliki kans untuk mengusung bakal calon wagub. Dua bakal cawagub dari PKS belum tentu lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test)," kata Taufik.

Uji kelayakan dan kepatutan diselenggarakan sebuah badan yang dibentuk Gerindra dan PKS. Badan itu nanti memutuskan dua kader PKS tersebut dipilih melalui mekanisme pemungutan suara di DPRD.

Taufik meminta bakal cawagub DKI dari PKS yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan tidak hanya dua orang.

"Kalau tidak lulus, ya berembuk lagi. Berembuk enggak susah, ternyata. Sosok Wagub DKI ialah orang yang mengerti persoalan Jakarta dan paham pemerintahan," ujar Taufik.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo juga sependapat ada nama kandidat selain Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang diusulkan untuk mengikuti fit and proper test.

"Kami buka peluang. Siapa pun kami konsultasikan juga (kepada DPP PKS)," ungkap Syakir.

Sebelumnya, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dengan DPW PKS DKI Jakarta menyepakati kursi wagub diamanatkan dan dimandatkan kepada PKS.

"Mudah-mudahan berikutnya segera disampaikan kepada publik tentang dua nama kader PKS kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta," kata Syakir.

Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik mengakui pihaknya mengikuti kebijakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sejak awal menyerahkan kursi wagub itu untuk PKS.

"Gerindra DKI mengamankan kebijakan Pak Prabowo berkaitan dengan pengisian jabatan Wagub DKI," ujar Taufik.

Hanya, Taufik sempat mengeluhkan DPW PKS Jakarta yang dinilainya tidak memiliki niat baik untuk membahas kursi Wagub DKI. Oleh karena itu, Gerindra DKI memutuskan mengundang PKS untuk menggelar rapat bersama.

"Menurut saya, enggak ada niat baik teman-teman PKS. Karena apa? Gerindra itu (memiliki) 15 kursi di DPRD, malah kami yang undang mereka. PKS kan punya nama juga, ya diskusiin dong. Nanti kita lihat hasil pertemuannya kayak apa," ungkap Taufik.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi sempat menyatakan mesin politik PKS untuk memenangkan Prabowo-Sandi bisa mati apabila partainya tidak mendapat kursi Wagub DKI.

"Emang mobil, dimatiin? Kalau mobil, bisa dimatiin," kata Taufik.

Surati partai

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan agar Gerindra dan PKS segera memutuskan posisi Wagub DKI. Pada Jumat (19/10) Anies telah menyurati PKS dan Gerindra mengenai prosedur dari pengajuan bakal calon Wagub DKI.

"Sebelum ada surat dari Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri (Sumarsono), kami sudah mengirimkan kepada partai," jelas Anies.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi juga meminta dua nama calon Wagub DKI segera disampaikan ke DPRD DKI.

"Ini kan jadwal menjabat masih lama dan gubernur sendirian. Saya pikir sulit untuk meng-handle sendiri." (Ssr/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya