Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi kewalahan melakukan pemeliharaan jalan di wilayah setempat, terutama di Jalan KH. Noer Ali. Tonase beban jalan yang tak sesuai membuat salah satu jalan protokol tersebut rusak berat.
“Padahal anggaran pemeliharaan jalan tahun ini amat terbatas,” ungkap Kasi Operasional Pemeliharana Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Eka Chorid, Senin (5/11).
Menurut Eka, kerusakan yang terjadi di Jalan KH. Noer Ali sebagian besar disebabkan oleh beban jalan yang tidak sesuai. Apalagi, sejak proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT), Jalan tol layang Jakarta-Cikampek serta pembangunan Kereta Cepat (Kereta Cepat Indonesia China) dimulai. Banyak trum bertonase besar melewati jalan KH Noer Ali untuk menghindai kemacetan. Hal itu berdampak menambah beban jalan. “Karena itu, saat ini permukaan jalan protokol tersebut dalam kondisi rusak,” kata dia.
Meski demikian, kata dia, pemerintah daerah tetap melakukan pemeliharaan. Padahal, anggaran pemeliharaan jalan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 hanya sebesar Rp3 miliar.
Pihaknya mengaku telah berupaya meminta agar pelaksana proyek pembangunan Tol Layang Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) untuk membantu perbaikan jalan. Namun, permintaan itu ditolak lantaran kegiatan pembangunan dianggap belum sampai ke lokasi kerusakan.
“Ya terpaksa beban pemeliharaan dan perbaikan jalan tertumpu di pemerintah daerah, namun sebisa mungkin perbaikan dilakukan di ruas-ruas jalan utama,” tandas dia. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved