Peneliti Cedera, Jalur Ditinjau Ulang

(Fachry Prayasi/H-3)
02/11/2018 08:00
Peneliti Cedera, Jalur Ditinjau Ulang
(SUMARYANTO BRONTO )

SEJUMLAH peneliti tim Ekspedisi Nusa Manggala mengalami cedera, setelah insiden terbaliknya kapal pengangkut, dekat pesisir Pulau Budd, Rabu (31/10). Kapal Baruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu pun terpaksa merapat di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, kemarin.

Kepala Peneliti Ekspedisi Nusa Manggala sesi pertama, Hadiyanto, menegaskan, ekspedisi akan kembali berjalan setelah seluruh personel mendapatkan perawatan.

"Kita akan atur ulang jalur ekspedisi terkait keselamatan dan waktu. Yang pasti kita utamakan keselamatan lebih dulu dari apa pun," jelas pakar ekologi makrobentos dari Oseanografi LIPI itu kepada Media Indonesia.

Dua peneliti dilaporkan mengalami dislokasi lutut dan beberapa luka ringan karena tersapu ombak dan terbentur karang. Selama delapan jam, beberapa orang terjebak di Pulau Budd karena evakuasi terhambat ombak.

Hingga akhirnya, proses evakuasi dari tim penyelamat yang diterjunkan LIPI berhasil menembus pulau dan mengevakuasi seluruh personel kembali ke kapal.

Saat ini sebanyak 4 orang yang mengalami cedera telah diperiksa di RS TNI-AL dr R Oetojo, Sorong, dan mendapatkan perawatan dokter, dengan didampingi tim Oseanografi LIPI.

"Semuanya sudah diperiksa dan tidak ada masalah serius. Lutut yang dislokasi juga sudah kembali ke posisi bentuk awal. Cuma satu dari mereka dipulangkan karena masih kesulit-an berjalan," ucap dr Sandra Widjajahakim, tim medis yang terlibat dalam ekspedisi itu.

Ekspedisi Nusa Manggala di 10 pulau terluar Indonesia yang diikuti 17 peneliti itu, bertolak dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (26/10). Total perkiraan waktu tempuh perjalanan pada ekspedisi ini ialah 60 hari, dan dibagi menjadi 3 sesi perjalanan.

Pada sesi pertama, LIPI menargetkan untuk menjelajah tiga pulau tak berpenghuni dan satu pulau berpenghuni. Mereka akan meneliti pulau terluar dalam 4 aspek, yakni ekologi pesisir, daya dukung lingkungan, geomorfologi, dan sosial kemanusiaan.

Hasil penelitian yang dikumpulkan, nantinya akan digunakan sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk beberapa tujuan lanjutan, seperti penetapan area konservasi, lahan perikanan, atau wisata minat khusus.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya