70% Drainase Alami Pendangkalan

(KG/J-1)
02/11/2018 06:40
70% Drainase Alami Pendangkalan
(FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH)

SEKRETARIS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Supomo menyebut 70% drainase yang ada di Kota Depok mengalami pendang-kalan. Kondisi itu bermula dari banyaknya saluran air yang bagian atasnya ditutup warga untuk dijadikan tempat usaha.

"Dengan kondisi drainase yang buruk ini, jangan hanya pemerintah yang disalahkan, tetapi juga warga yang tidak disiplin membuang sampah secara sembarangan ke drainase. Kita lihat sepanjang drainase yang kita korek, isinya adalah segala bentuk sampah, mulai plastik hingga botol minuman," ujar Supomo saat mendampingi Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono meninjau langsung pembersihan saluran air di Perumahan Taman Duta, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya, kemarin.

Berdasarkan hasil pengecekannya, Supomo mendapati 934,5 kilometer dari 1.335 kilometer panjang keseluruhan drainase di Kota Depok mengalami pendangkalan. Tak sedikit bahkan sudah tersumbat sehingga airnya meluap ke jalan.

Kondisi semakin parah di saat turun hujan. Akibat air tak mengalir, di beberapa kawasan muncul genangan hingga banjir.

Supomo menambahkan, selain terjadi pendangkalan drainase dan penyumbatan akibat sampah, berlangsung pendangkalan sungai. "Saat ini sudah terjadi pendangkalan sungai. Aliran sungai tidak mampu menampung debit air sehingga air sungai justru masuk kembali ke drainase. Alhasil membanjiri kawasan permukiman," papar Supomo.

Ia menegaskan Dinas PUPR Kota Depok tidak menjamin drainase buruk di kota itu bakal tertangani 100% dalam waktu dekat dengan alasan dana PUPR yang terbatas. Untuk memperbaiki drainase di seluruh Kota Depok, sedikitnya dibutuhkan dana sebesar Rp6 triliun.

Kebiasaan negatif

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono sendiri tak mampu menutupi kekecewaannya saat meninjau pembersihan saluran air itu.

Perilaku negatif masyarakat disebutnya sebagai penyebab utama rusaknya sistem drainase di Depok. Mulai masih kuatnya kebiasaan warga membuang sampah ke salur-an air hingga pembangunan masif tempat tinggal warga di bantaran sungai.

Akibatnya, sedimentasi sungai dan saluran air tak terhindarkan. "Itu sendimen sungai di Kota Depok bisa sampai 80%. Masih juga ditambah dengan sampah. Jadi, bagaimana tidak banjir?" ucapnya setengah kesal.

Untuk mengantisipasi banjir tersebut, Dinas PUPR mengeruk lumpur tanah dan sampah yang ada di dalam drainase.

Ia juga meminta 63 lurah dan 11 camat untuk mengimbau warga mereka agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya