Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK delapan kecamatan di Kota Bekasi rentan terhadap banjir di musim penghujan ini. Padahal, sejak 2017 pemerintah sudah menggelontorkan dana penanggulangan banjir hingga Rp300 miliar.
"Masih ada beberapa wilayah yang dihantui banjir. Karena itu, kami minta warga untuk tetap waspada," ungkap Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Edy Sukamto, kemarin.
Ia menerangkan, delapan kecamatan yang rawan banjir itu, yakni Kecamatan Rawalumbu, Bantargebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Jatiasih, Bekasi Barat, Medan Satria, dan Jatisampurna.
Selain itu, di beberapa titik jalan protokol Kota Bekasi juga masih kerap digenangi air ketika musim penghujan tiba, terutama di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Siliwangi, Jalan Sudirman, dan Jalan Agus Salim.
"Jalan protokol yang paling parah itu Jalan Siliwangi, Rawalumbu, ketinggian air sampai 40 sentimeter. Hampir di setiap musim penghujan sudah pasti ada genangan. Penyebabnya adalah drainase tidak berjalan," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air, bahkan banjir sudah terjadi di sejumlah titik saat hujan deras terjadi Senin (29/10) dan Selasa (30/10) .
Banjir parah pertama terjadi di kolong Tol JORR yang berada di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat, Selasa (30/10) lalu. Genangan setinggi 70 cm menyebabkan jalur utama dari Jakarta menuju ke Bekasi itu terputus.
Penyebabnya, pompa air mati alias tak berfungsi sehingga air hujan yang tertampung di jalan berkontur cekungan itu tak bisa dibuang.
Dari data yang diperoleh, sejak 2017 pemerintah setempat telah membangun sejumlah polder air yang berada di kawasan IKIP (biaya pembangunan Rp20 miliar), Perumahan Bumi Satria Kencana (Rp20 miliar), kawasan Sasak Jarang (Rp30 miliar), dan kawasan Aren Jaya (Rp10 miliar).
Saat itu pemerintah daerah menganggarkan Rp300 miliar dari APBD 2017. Termasuk pembelian pompa mobile yang bisa dipakai di daerah rawan genangan air.
Masih disiapkan
Pelaksana Teknis (Plt) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan pihaknya masih menyusun daftar kegiatan antisipasi banjir, meski musim penghujan telah tiba November ini.
"Rincian kegiatan penanggulangan banjir tahun ini masih disiapkan," ucap Arief singkat, kemarin.
Ia menyampaikan, beberapa kegiatan yang telah dilakukan pemerintah, di antaranya menormalisasi saluran air, rehabilitasi dan pembangunan saluran, serta pembuatan polder baru.
Kepala Bidang SDA Kota Bekasi Yudianto menambahkan, Kota Bekasi menjadi daerah rawan banjir karena letaknya yang rendah dengan elevasi aliran air hanya dua derajat. Selain itu, rawa-rawa di Bekasi juga sudah banyak yang hilang.
"Sekarang rawa sudah banyak beralih fungsi menjadi perumahan. Maka itu, kami perbanyak pembangunan polder," tandas dia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved