Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SECERCAH harapan buat warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang kerap dibikin pusing oleh kemacetan saat hendak ke Jakarta. Saat ini PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tengah mengkaji kemungkin-an perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus hingga ke kawasan Tangsel.
"Soalnya pergerakan penumpang dari Tangsel menuju Jakarta terus meningkat. Bahkan tadi dilaporkan Wali Kota, sudah hampir 40% orang Tangsel bergeraknya di Jakarta. Dengan angka itu, tentu butuh angkutan massal yang cukup besar, yaitu MRT," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat dihubungi kemarin.
Kehadiran transportasi massal yang menghubungkan Tangsel dan Jakarta, sambungnya, sudah tak terhindarkan lagi karena terus meningkatnya jumlah pekerja di Jakarta yang bermukim di Tangsel.
BPTJ melalui surat pada 28 September 2018 lalu telah meminta PT MRT Jakarta untuk mengkaji perpanjang-an trase dari Lebak Bulus hingga Tangsel. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), trase MRT disiapkan hingga Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Dalam perkembangannya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan justru meminta agar trase MRT itu bisa diperpanjang lagi hingga ke Bumi Serpong Damai (BSD).
"Perpanjangan trase ini juga termasuk yang akan dikaji melalui feasibility study," ucap Bambang.
Bisa berubah
Hal senada juga disampaikan Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat. MRT kini telah memulai feasibility study tersebut.
"Bu Airin (Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany) minta jangan hanya sampai Pondok Cabe, tapi sampai BSD, tepatnya sampai ke Puspitek Serpong. Ini mengacu pada RITJ itu, trase di Tangsel ada," kata Tuhiyat di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, pekan lalu.
Berdasarkan usulan BPTJ, trase dari Lebak Bulus menuju Tangsel bakal melewati Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pasar Ciputat, Pondok Cabe, Pamulang Barat, Pondok Benda, Babakan, Puspitek, Rawa Buntu, dan BSD. Namun, usulan trase itu masih bisa berubah berdasarkan hasil dari feasibility study.
"Itu usulan trase dari BPTJ, seharusnya sih mendekati. Tapi, ini belum fix, maka itu MRT diminta melakukan feasibility study. Menguntungkan atau tidak, jadi masih bisa berubah," tambahnya.
Tuhiyat menargetkan feasibility study rampung pada akhir tahun ini. Sumber pendanaannya sendiri pun direncanakan tidak lagi berasal dari JICA, tapi dengan skema public private partnership.
Selain itu infrastrukturnya pun akan dibangun di jalur layang, bukan di bawah tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved