Kebijakan Integrasi Mendorong Masyarakat Gunakan Angkutan Umum

Ferdian Ananda Majni
26/10/2018 22:20
Kebijakan Integrasi Mendorong Masyarakat Gunakan Angkutan Umum
(.MI/ANGGA YUNIAR)

PELAKSANAAN Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kepentingan untuk membangun dan menyediakan publik transportasi yang handal tentunya diimbangi dengan kebijakan yang mampu mendorong peningkatannya.

"Jika berbicara transportasi kan konsepnya push and pull, bagaimana kita menekan mereka uang mengunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum," kata Sigit, Jumat (26/10) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Ia menambahkan, pergerakan dimulai dari sentrum atau kota karena hampir 70% aktivitas masyarakat berada di tengah kota

"Artinya dengan kota lebih aman, dari sisi penengakan hukum atau tatanan kota secara luas termasuk juga lebih mendorong mereka untuk mengunakan angkutan umum,"

Ia menjelaskan, penerapan kebijakan integrasi menjadi tahapan dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Oleh karena itu, sosialisasi E-TLE juga tidak bisa mengukur presentasi penurunan kemacetan.

"Kita bisa suatu tahapan, tidak bisa langsung presentasi. Karena diruas jalan itu sudah ada Ganjil-Genap hari, angka penguna angkutan umum juga meningkat bahkan hampir 42 persen," sebutnya

Ia yakin kualitas transportasi di Ibukota akan membaik, dengan adanya E-TLE dan Balitbang Kementerian Perhubungan juga melauching efektivitas penyelenggaraan Ganjil-Genap tentunya menjadi upaya integrasi dengan sistem parkir berbayar nantinya.

"Dinas perhubungan DKI Jakarta, juga akan membantu penerapan e-TLE lebih baik dengan proses integrasi data, dimana TMC Polda akan disambungkan dengan data CCTV Pemerintah Provinsi," pungkasnya (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya