Pembukaan Jalan Jatibaru Raya Perlambat Pembangunan Skybridge Tanah Abang

Nicky Aulia Widadio
23/10/2018 15:31
Pembukaan Jalan Jatibaru Raya Perlambat Pembangunan Skybridge Tanah Abang
( MI/PIUS ERLANGGA)

DIREKTUR Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengaku pembukaan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang memperlambat proses pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau skybridge. Satu pekan sebelum target selesai, progres pembangunan skybridge baru 85%.

“Mengganggu sih tidak, cuma kecepatannya tidak bisa seperti waktu kita tutup. Jadi waktu alat berat masuk, baru kita tutup sekian jam, pas udah selesai baru kita buka lagi,” kata Yoory ketika dihubungi, Selasa (23/10).

Jalan Jatibaru Raya kembali dibuka secara terbatas sejak 15 Oktober 2018 setelah PD Pembangunan Sarana Jaya menggelar soft launching skybridge. Namun, area jalan di bawah konstruksi skybridge baru bisa dilintasi secara terbatas.

Baca juga:

Pembangunan Skybridge Tanah Abang Hampir Rampung

Penempatan di Skybridge tidak Adil, PKL Siap Melawan

Pembukaan Jalan Jatibaru Raya merupakan rekomendasi Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya sejak beberapa bulan lalu.
Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan yang mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan di jalan raya tersebut. Jalan ditutup sejak Desember 2017 lalu.

Pembangunan skybridge menjadi solusi jangka menengah Pemprov DKI atas kesemrawutan di Tanah Abang. Nantinya pedagang yang tadinya berjualan di Jalan Jatibaru Raya akan menempati skybridge tersebut.

Meski ada perlambatan progres, Yoory menjanjikan pembangunan skybridge bisa rampung pada akhir Oktober. Dengan demikian PKL yang telah diundi bisa mulai menempati skybridge pada awal November mendatang.

Pembangunan skybridge tengah fokus pada ramp atau jalur naik turun ke skybridge. Ada total empat ramp di skybridge Tanah Abang.

Sementara untuk sisi konstruksi skybridge yang di dekat Jalan Jatibaru Bengkel, konstruksinya baru selesai pada satu sisi. Menurut Yoory, ada kendala pada pembangunan konstruksi di sisi lainnya. Ada jaringan utilitas yang harus diperhatikan.

“Banyak kabel, pipa, jangan sampai kejadian kayak pas awal-awal kan bocor pipa PAM di situ. Dengan warga juga kan enggak bisa sampai malam, berisik kan alat berat itu semua,” ucapnya.

Di atas skybridge Tanah Abang itu akan ada 446 kios pedagang. Verifikasi pedagang yang menempati skybridge itu dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP). (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya