Wali Kota Bekasi Akui Sulit Berkomunikasi dengan Anies

Nicky Aulia Widadio
21/10/2018 20:17
Wali Kota Bekasi Akui Sulit Berkomunikasi dengan Anies
(ANTARA FOTO/Suwandy)

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku sulit berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal kerja sama kedua pihak dalam pengelolaan sampah di Bantargebang, Bekasi. Berkomunikasi dengan Anies, ia ibaratkan seperti menembus tujuh lapis langit, namun tidak kunjung sampai.

"Sekarang kan komunikasi juga susah sama gubernur sekarang. Kalau saya tiap malam habis salat berdoa kepada Allah, doa saya sampai ke Allah. Kalau ke DKI, udah lewat Biro Tata Pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Daerah, tujuh lapis enggak tembus," kata Pepen, panggilan akrabnya, ketika dihubungi, Minggu (21/10).

Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin baik antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi sejak era Gubernur Joko Widodo dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akan berjalan mundur jika Pemprov DKI tidak menuntaskan kewajibannya berdasarkan perjanjian kerjasama terkait TPST Bantargebang.

Kerjasama itu, bagi Pepen, mencakup pemberian dana kompensasi untuk dampak lingkungan, kesehatan, dan uang bau bagi masyarakat sekitar Bantargebang. Selain itu, juga pembangunan infrastruktur yang terkait dengan kepentingan Pemprov DKI.

Infrastruktur yang dimaksud Pepen ialah flyover Cipendawa, flyover Rawa Panjang, dan pelebaran Jalan Siliwangi yang juga menjadi akses lalu lintas truk sampah DKI menuju Bantargebang. Pemkot Bekasi mengajukan dana kemitraan Rp2,09 triliun untuk proyek ini.

"Pada beberapa saluran yang berbatasan dengan DKI, kesepakatan dengan Pak Ahok itu sarana dan prasarana di DKI harus sama dengan Bekasi. Itu dengan yang sebelumnya. Bukan persoalan dipenuhi sebagian atau tidak, tapi dalam perjanjian kan jelas ada hak dan kewajiban," tambah Pepen.

Pepen menginginkan kerjasama antara kedua pihak bisa dibicarakan langsung untuk dievaluasi bersama. Dia berharap penyelesaian persoalan ini bisa dilakukan langsung oleh dirinya dan Anies.

"Harus evaluasi bersama, duduk bersama, yang harus menyelesaikan itu antara pimpinan dengan pimpinan," tutur Pepen. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya