Bekasi Ajukan Dana Kelola Sampah DKI Jakarta Rp2 Triliun

Gana Buana
19/10/2018 15:32
Bekasi Ajukan Dana Kelola Sampah DKI Jakarta Rp2 Triliun
(ANTARA)

PEMERINTAH Kota Bekasi mengakui usulan dana hibah senilai Rp2 miliar telah diajukan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2017. Sayangnya, usulan tersebut belum juga direspon.

“Kurang lebih mencapai Rp2 triliun. Besaran dana itu memang kewajiban DKI kepada masyarakat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, Jumat (19/10).

Menurut Luthfi, dana sebesar itu diperuntukan untuk kebutuhan masyarakat di TPST Bantargebang. Misalnya seperti pembangunan sekolah, biaya kesehatan, biaya pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Sayangnya, kata Luthfi, sejak diusulkan bantuan itu ke DKI belum mendapat respon sama sekali. Sehingga, dia menilai, Pemprov DKI inkonsisten dalam menjalankan perjanjian kerjasama yang sudah disepakati.

“Kita sudah usulkan dari tahun lalu, tapi belum ada responnya dari DKI,” ucapnya.

Sejauh ini, masyarakat di sekitar lokasi TPST Bantargebang kata Luthfi sangat mendesak kebutuhan sarana prasarana belajar, seperti sekolah. Hal itulah yang membuat pemerintah daerah membawa aspirasi itu ke DKI.

“Karena mereka yang bertanggungjawab atas kehidupan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah memberikan dana hibah sebesar Rp197 miliar kepada Pemkot Bekasi pada Mei lalu. Padahal, dana tersebut bukanlah dana hibah melainkan dana kompensasi rutin atas dampak bau TPST Bantargebang yang disalurkan dalam bemtuk bantuan tunai tiap bulan. Dana tersebut disalurkan pada warga setempat sebesar Rp200 ribu per KK tiap bulan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membantah adanya dana hibah sebesar Rp197 miliar ke Kota Bekasi. Dirinya bersikeras bahwa rencana kemitraan antara Jakarta-Kota Bekasi terhenti sejak 2017 lalu.

Tahun lalu, dana hibah kemitraan untuk Kota Bekasi mencapai Rp250 miliar. Dana itu dipakai pembangunan Jembatan Jatiwaringin Rp50 miliar, dan pembangunan fly over Rawapanjang Rp100 miliar, dan fly over Cipendawa Rp100 miliar.

“Ini baru setengah jalan, belum selesai,” kata Rahmat.

Buntut dari itu, truk sampah DKI diberhentikan di Kota Bekasi pada Selasa (18/10). Truk sampah milik DKI dikandangkan di sekitar hutan kota, dan baru dilepas menjelang tengah malam. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya