80% Penarik Becak Bukan Warga DKI Jakarta

Ferdian Ananda Majni
16/10/2018 18:35
80% Penarik Becak Bukan Warga DKI Jakarta
(MI/PIUS ERLANGGA)

ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menilai kebijakan mengizinkan beroperasi kembali becak di Jakarta menuai banyak protes dari masyarakat. Bahkan 80 persen tukang becak bukan warga DKI Jakarta.

"Iya, banyak sekali orang ngamuk, kebetulan saya dapil Penjaringan, Tanjung Priok, dan Pademangan banyak orang berbicara, Bu ini tadinya sudah nggak ada becak tetapi kenapa sekarang ada," kata Ida, Selasa (16/10) di ruang Rapat Komisi B, Gedung DPRD DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, tukang becak yang ada di DKI merupakan masyarakat luar. Kata Ida, sebanyak 80 persen sengaja datang untuk menarik becak.

"Apakah berbicara becak ini orang DKI Jakarta? yang alasannya pak Gubernur bahwa becak untuk menampung pekerja di Jakarta, toh ternyata tukang becak bukan orang DKI, jadi 100 persen itu hanya 20 persen orang DKI yang saya temukan," tegangnya.

Menurutnya, sejumlah tukang becak itu tiba-tiba memiliki KTP Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan ketegasan dari pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan.

"Ini aneh, tiba-tiba punya KTP DKI, ini yang dikeluhkan masyarakat. OK OCE, becak dan terminal-terminal yang mulai kumuh, ini yang dipertanyakan masyarakat," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya