PD Sarana Jaya Minta Modal Rp5,3 Triliun

(Nic/J-1)
13/10/2018 07:20
PD Sarana Jaya Minta Modal Rp5,3 Triliun
( MI/ BARY FATHAHILAH)

PERUSAHAAN Daerah (PD) Pembangunan Sarana Jaya selaku BUMD DKI Jakarta mengajukan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp5,3 triliun dalam APBD DKI Jakarta 2019. PMD itu akan digunakan untuk dua proyek, salah satunya untuk pembangunan hunian dengan down payment (DP) Rp0 sebesar Rp2,265 triliun.

"Utamanya untuk pengadaan lahan, maka itu kita minta Rp5,3 triliun," ujar Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan ketika dihubungi, kemarin.

Ia menambahkan, sedikitnya dibutuhkan lahan seluas 15,6 hektare untuk pengadaan hunian DP Rp0. Dengan lahan seluas itu, kurang lebih akan tersedia 5.500 unit.

Unit hunian DP Rp0 yang akan dibangun PD Pembangunan Sarana Jaya rencananya bertipe 1 BR (bedroom) dan 2 BR. Yoory belum merinci proyek itu akan dibangun di wilayah mana.

Selain membangun rumah DP Rp0, PMD itu juga akan digunakan untuk membangun proyek Sentra Primer Tanah Abang (SPTA). Besaran PMD yang dibutuhkan, yakni Rp3 triliun yang akan digunakan buat pembebasan lahan dan pengembangan proyek tersebut.

"Dari uang PMD ini, kami targetkan untuk seluruh kebutuhan pembiayaan pembebasan lahan di Tanah Abang seluas 13,3 hektare," ucap Yoory.

Meski PD Sarana Jaya mengajukan PMD Rp5,3 triliun, Pemprov DKI Jakarta hanya menyetujui PMD sebesar Rp1,8 triliun sebab pemberian PMD harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"PMD buat PD Pembangunan Sarana Jaya hanya bisa sebesar Rp1,8 triliun, digunakan untuk pengadaan lahan dalam rangka proyek SPTA dan pembangunan hunian DP Rp0," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Subagyo, Rabu (10/10).

Di kesempatan berbeda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin meluncurkan program dengan down payment (DP) Rp0. Rumah DP Rp0 itu diperuntukkan bagi warga Jakarta yang memenuhi kriteria dan syarat pendaftaran.

"Ini adalah program memfa-silitasi pembiayaan. Yang kami luncurkan program DP Rp0-nya di lokasi yang menjadi hunian awal DP Rp0 di Jakarta," kata Anies di Klapa Village, Jakarta Timur.

Pemprov DKI Jakarta memberi nama program itu 'Samawa' yang merupakan kependekan dari solusi rumah warga. Rusunami DP Rp0 itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Warga yang berminat mesti memenuhi kriteria dan syarat pendaftaran administrasi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya