Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUPORTER klub sepak bola Persija, The Jakmania, harus terus menagih janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membangun stadion baru yang akan menjadi markas Persija. Pasalnya, sejak 2013, Persija tak punya lagi stadion sebagai home base setelah Stadion Lebak Bulus dirobohkan untuk pembangunan depo kereta MRT pada 2013.
"Pemimpin itu yang dipercaya ialah ucapanya dalam janji kampanye. Anies-Sandi sudah berjanji dalam pilkada tahun lalu, sampai hari ini belum kelihatan tanda-tanda akan dibangun stadion," kata mantan Ketua Umum The Jakmania Richard Achmad Supriyanto, kemarin.
Ia mengingatkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kini jadi calon wakil presiden Sandiaga Uno bahkan pernah berjanji akan memulai pembangunan pada Oktober 2018 ini Stadion Taman BMW di Sunter, Jakarta Utara, yang juga akan menjadi kandang Persija.
Tak berhenti di situ, Sandiaga juga menjanjikan stadion yang dibangun itu akan bertaraf internasional, sekelas Stadion Old Trafford, markas klub papan atas Inggris, Manchester United.
Namun, hingga kini, kata Richard, janji itu masih sebatas janji. Padahal, secara besaran APBD, DKI Jakarta seharusnya tidak sulit untuk membangun stadion baru buat Persija. Karena ketiadaan stadion, Macan Kemayoran harus mengungsi beberapa kali ke luar kota untuk menghelat pertandingan kandangnya.
"Dengan tidak adanya stadion, kalau menilik UU No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Pemda DKI telah melanggar peraturan karena meng-hilangkan Stadion Menteng dan Lebak Bulus, dan hingga kini belum ada pengganti," tutur dia.
Penagihan janji pembangunan stadion, kata Richard, jangan hanya dilakukan oleh klub dan pendukungnya, tetapi juga oleh seluruh warga Jakarta.
"Seharusnya oleh seluruh warga, karena saat ini masyarakat dirugikan akibat tempat berinteraksinya digusur. Bahkan juga perlu desakan dari DPRD karena mereka ialah bagian dari masyarakat," kata Richard menambahkan.
Berdasarkan perkiraan, pengerjaan proyek Stadion Taman BMW akan memakan biaya hingga Rp4,7 triliun. Pemprov DKI telah menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun Stadion Taman BMW. Baru-baru ini, Jakpro minta suntikan dana berupa penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,5 triliun dalam APBD DKI 2019.
Pertimbangan pemprov
Di kesempatan berbeda, Pelaksana Tugas (PlT) Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta Sri Haryati, mengharapkan PT Jakarta Propertindo mampu membangun Stadion BMW lebih cepat agar bisa digunakan.
Ia menambahkan, salah satu pertimbangan pemprov menunjuk PT Jakpro adalah kemampuan perusahaan itu mengerjakan proyek dengan cepat dan berpengalaman membuat proyek venue bertaraf internasional.
"Maka itu kita tunjuk Jakpro membangun Stadion BMW. Kita berharap agar proses eksekusi bisa berlangsung lebih cepat," ujarnya.
Awalnya, pembangunan stadion itu akan dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dengan skema itu, Pemprov DKI hanya menyediakan anggaran untuk menyiapkan kajian pembangunannya.
Namun, lanjut Sri, tahapan KPBU ternyata lebih panjang dan waktu yang dibutuhkan juga lebih lama.
Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pihaknya tengah menyusun studi kelayakan pembangunan Stadion BMW. Jakpro juga akan mengkaji ulang desain stadion tersebut. (Ant/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved