Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba bangunan baru modern Stasiun Cakung, Jakarta Timur, termasuk penggunaan fasilitas baru double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang, kemarin.
Vice President Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan fasilitas di Stasiun Cakung stasiun ini dibuat lebih modern untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan penumpang terutama para penumpang manula, ibu hamil, dan disabilitas. Salah satunya ialah dengan menyediakan eskalator dan lift bagi para penumpang untuk mengakses peron yang ada di lantai satu.
"Pembelian tiket dan electronic gate ada di lantai dua, sehingga fasilitas seperti lift dan eskalator bagi penumpang yang membutuhkan sudah disediakan," ungkap Eva, kemarin.
Fasilitas pos kesehatan, ruang informasi, ruang kepala stasiun, toilet laki-laki/perempuan, toilet khusus disabilitas, dan musala pun ada di dalam stasiun, sedangkan pada tiap ruangan di lantai tersebut juga dipasang alarm sistem berupa smoke detector dan APAR (CO2 dan foam).
"Di sisi utara Stasiun Cakung juga terintegrasi dengan halte trans-Jakarta sebagai halte integrasi antarmoda penghubung Stasiun Cakung dengan Terminal Pulo Gebang," kata Eva.
Terkait dengan DDT tersebut, Eva menyebutkan fasilitas DDT Manggarai-Cikarang itu terbagi dalam dua paket pekerjaan, yaitu DDT Paket A (Manggarai-Jatinegara) dan DDT Paket B2 (1) (Cipinang-Kranji), dan kini telah rampung sepenuhnya.
DDT tersebut memiliki panjang 35 kilometer yang membentang antara Manggarai-Cikarang dan akan memisahkan jalur commuter line dengan kereta jarak jauh, direncanakan beroperasi pada 2020.
Menurut Eva, selain Stasiun Cakung, beberapa stasiun lagi akan segera dioperasikan, yakni Stasiun Kranji, Stasiun Buaran, Stasiun Klender Baru, dan Stasiun Klender.
Destrianti, warga Bintara, Kota Bekasi, mengakui fasilitas di stasiun baru Cakung lebih ramah disabilitas, manula, dan ibu hamil. Hanya saja, kata dia, belum ada petugas jaga yang mengatur agar mereka yang berhak mendapat prioritas.
"Misalnya ibu hamil kan repot ya kalau harus ngantri naik eskalator semoga nanti ada petugas jaga," tandas dia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved