Anies Yakin Antisipasi Banjir Berjalan

Nic/I-1
10/10/2018 08:00
Anies Yakin Antisipasi Banjir Berjalan
(ANTARA)

MESKI program normalisasi tidak berjalan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim program antisipasi banjir menjelang musim hujan tetap berjalan. Antisipasi banjir yang dimaksud Anies salah satunya pengerukan sungai oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI.

"Ada beberapa wilayah yang masih on progress dalam pembebasan lahannya. Itu memang PR (pekerjaan rumah). Tapi pengerukannya, kita jalan terus," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/10).

Anies meminta agar mandeknya program normalisasi atau yang dia sebut sebagai pembetonan, tidak diartikan sebagai berhentinya program antisipasi banjir.

"Kalau yang dicari betonisasi, Anda tidak ketemu. Kalau yang dicek adalah pengerukan, kemudian perbaikan-perbaikan sarana, maka itu dikerjakan terus. Jadi jangan diartikan kalau tidak ada betonisasi, tidak ada antisipasi untuk banjir. Bukan! Betonisasi itu lain," tutur Anies.

Anies pun melanjutkan dirinya justru akan melakukan naturalisasi. Anies mengatakan naturalisasi tersebut sebagai bentuk mengembalikan ekosistem sungai dan waduk hingga susai pada aslinya. Konsep ini berbeda dengan normalisasi.

Sebelumnya, Kepala BBWSCC Bambang Hidayah menuturkan ada 129 kelurahan yang berpotensi terendam banjir pada musim hujan 2018. Salah satu penyebabnya karena program normalisasi sungai tidak berjalan sehingga sungai tidak bisa menampung derasnya aliran air yang masuk ketika musim hujan.

Menurut Bambang, pengerukan sungai ialah pekerjaan rutin yang harus tetap dilakukan meski normalisasi telah dilakukan. Sebab pengerukan bertujuan untuk memastikan sungai tidak dangkal sehingga bisa menampung debit air lebih banyak.

Normalisasi Kali Ciliwung, Sunter, dan Pesanggrahan juga tidak akan terselenggara pada 2019 mendatang sebab pembebasan lahan juga belum rampung. Akibatnya, BBWSCC tidak bisa mengajukan anggaran normalisasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bambang sebelumnya menuturkan proyek normalisasi di tiga kali tersebut kemungkinan baru bisa berjalan lagi pada 2020.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya