Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warganet melontarkan rasa tak sabar begitu mendengar inovasi rencana pembuatan kanal peti kemas yang akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok menuju Kawasan Industri di Cikarang. Bahkan, mereka menyebut di Bekasi nantinya bakal kanal seperti Terusan Suez.
Seperti dikutip dari akun Instagram @ungidradityo yang menyebut, ‘Kalau jadi... Ngeri juga Bekasi. Bagai Panama atau Sungai Yangtze,’ ucapnya.
Mayoritas warganet berkomentar positif perihal inovasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut.
Akun @mamansukahman berkomentar, ‘Sok atuh Kang Ridwan bismillah we lah sgra dimulai..moga2 cpt trwujud shga mengurangi k macetan, pmkaian BBM lbh irit shg stok BBM bs trkndali..siip..’
“Joss kang @ridwankamil, kebut dahh pelaksanaan pembangunannya,” imbuh akun @bayuriskanda.
Lima hari lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengutarakan inovasinya untuk memecah kemacetan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Inovasi itu dikhususkan untuk mobilitas angkutan barang dari Tanjung Priok menuju ke kawasan Industri di Cikarang.
Dikutip dari akun resmi Instagram-nya, Ridwan Kamil mengunggah sebuah desain Kanal Cikarang. Kanal itu menghubungkan laut utara Bekasi menuju ke kawasan industri di Cikarang.
‘Kemacetan di jalur tol Bekasi-Jakarta akan drastis dikurangi dengan inovasi Kanal Cikarang (Inland Waterway Cikarang Bekasi Laut/CBL).
Inovasi ini adalah membuat kanal lebar dari laut yang masuk ke daratan agar kontainer-kontainer bisa diangkut lewat jalur air ketimbang lewat tol menuju Tanjung Priok,’ tulis Kang Emil dalam keterangan desain yang diunggahnya.
Menurut dia, inovasi itu akan menghilangkan aktivitas 4.000 truk kontainer tiap hari yang masuk tol. Inovasi itu sedang dipelajari, apakah Kanal Cikarang bisa juga sebagai jalur angkutan penumpang menuju Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik sempat mengatakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun. Dana tersebut bersumber dari PT Pelindo II (Persero).
“CBL itu anggarannya hampir Rp3 triliun, dari Pelindo nantinya,” ujarnya, Senin (1/10) lalu.
Rencana itu di 2016 juga pernah digarap Indonesian Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero). Hal itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan di jalur tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Proyek Inland Waterways Cikarang Bekasi-Java Sea juga sudah tercantum di Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Di situs resmi KPPIP tercantum proyek tersebut bernilai Rp3,4 triliun, tetapi belum ditentukan skema pendanaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved