Revitalisasi Kalimalang Disiapkan dari 2017

(Gan/J-1)
04/10/2018 07:10
Revitalisasi Kalimalang Disiapkan dari 2017
(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

PEMERINTAH Kota Bekasi menyambut gembira rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyulap Sungai Kalimalang supaya bisa seperti Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan.

Pemkot Bekasi sejatinya sudah meren­canakan proyek revitalisasi Sungai Kalimalang pada 2017. Hanya, rencana tersebut terbentur dengan proyek pembangunan Jalan Tol Layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

“Sudah ada rencana itu sebenarnya sejak 2017. Makanya, rencana ­Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung sejalan dengan rencana Kota Bekasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, kemarin.

Ia menambahkan, revitalisasi Sungai Kalimalang bisa segera terwujud lantaran alirannya tidak tercemar sedikit pun dari limbah seperti yang terjadi di Kali Bekasi sebab tidak ada saluran pembuangan yang ada di sepanjang sungai.

Lantaran itu pula, selama ini sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bekasi masih mengandalkan air tersebut.

“Termasuk bahan baku PAM milik DKI juga mengandalkan dari aliran Kalimalang,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, pengerjaan revitalisasi yang direncanakan Ridwan Kamil akan dimulai awal tahun depan dan diprediksi selesai dalam waktu satu tahun. Asalkan, anggaran dan perencanaannya sudah disiapkan dengan matang.

Di Kota Bekasi, Kalimalang mengalir sepanjang 10 kilometer, terhitung mulai Pasar Sumber Arta sampai Jalan Joyomartono di Bekasi Timur. Di sepanjang Kalimalang, pemerintah pusat pun sudah membangun turap agar limpasan air tidak tumpah ke jalan.

Pembangunan tol layang Becakayu pun sudah memasuki tahap kedua, mulai Sumber Arta sampai Tambun.

Saat dimintai pendapatnya, sejumlah warga Bekasi berharap rencana Gubernur Jawa Barat memodernisasi Kalimalang segera terwujud. Di mata warga, Kalimalang saat ini tak lebih dari sekadar tempat aliran air.

“Lebih cepat lebih baik direalisasikan, jangan hanya wacana saja. Kalau sudah bagus, saya sebagai orang asli Bekasi akan sangat bangga. Apalagi, Bekasi masih sering dikaitkan sebagai daerah tertinggal,” ungkap Indrawan, 40, warga Bekasi Timur.

Sementara itu, Ketua Kaukus Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bekasi Raya, Benny Tunggul, mengatakan revitalisasi Kalimalang yang direncanakan Pemprov Jawa Barat merupakan ­inovasi positif. Dampaknya, penataan debit air akan semakin menjadi teratur.

“Kalau sudah ditata, debit air sudah tentu teratur tidak mengganggu lingkungan sekitar,” katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya