Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOPERASI internal milik Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala telah menjadi urat nadi perekonomian bagi para anggotanya. Telah berdiri lebih dari 20 tahun lamanya, koperasi tersebut terus berkembang dan semakin kreatif dalam memenuhi kebutuhan karyawan Rawinala.
Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala adalah sebuah lembaga sosial yang melayani kebutuhan pendidikan dan pengasuhan untuk anak-anak tunanetra majemuk. Letaknya di bilangan Jalan Inerbang 38, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Empat aktivis Gereja Kristen Jawa (GKJ) berinisiatif mendirikan Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala pada 1973. Fokus utamanya adalah untuk menyelenggarakan pendidikan tunanetra majemuk yang waktu itu sangat sulit menemukan sekolah dan Rawinala merupakan sekolah tunanetra majemuk pertama yang ada di Indonesia
Ketika didirikan 45 tahun silam, yayasan ini belum memiliki koperasi. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka sepakat menghadirkan sarana untuk menolong karyawan yang tidak lain para pekerja sosial yang pendapatannya dapat dikategorikan lebih kecil jika dibandingkan dengan para pekerja bidang lain.
"Koperasi Rawinala diiniasi pengurus Rawinala waktu itu untuk menolong hidup karyawan yang gajinya sangat minim," tutur Wakil Direktur Bidang Penelitian dan Pengembangan Rawinala, Masriany Sihite, saat berbincang-bincang dengan Media Indonesia, di Jakarta, Sabtu (29/9).
Pihak yayasan kemudian berinisiatif menggelontorkan modal awal sebesar Rp500 ribu. Berdirinya koperasi tersebut langsung menjadi oase bagi karyawan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sejumlah syarat harus dipenuhi jika ingin meminjam uang, misalnya ke bank.
Perempuan yang karib disapa Mazmur itu menambahkan, Koperasi Rawinala terus berinovasi dari tahun ke tahun. Besaran pinjaman serta peruntukannya pun mulai beragam. Selain pinjaman reguler, serbaguna, darurat, kini ada pinjaman untuk membeli produk seperti peralatan rumah tangga, laptop, dan motor.
Adapula pinjaman untuk renovasi rumah, maksimal Rp20 juta. Setiap tahunnya hanya dua orang yang berhak meminjam (dilakukan dengan proses pengundian) dengan catatan sudah memiliki masa kerja minimal 10 tahun.
"Nanti dipotong Rp600 ribu per bulannya dari gaji," imbuh Mazmur.
Menurut dia, pembagian sisa hasil usaha (SHU) menjadi salah satu momen yang ditunggu para anggota. “Jumlah SHU yang diterima anggota koperasi Rawinala jauh lebih besar dibandingkan koperasi-koperasi di tempat-tempat lain yang kami ketahui," urainya.
Ketua Koperasi Rawinala, Kiswati, menambahkan lembaga yang ia pimpin tidak mungkin berkembang bila tidak disokong Yayasan serta adanya rasa saling memiliki dari para anggota. Selalu muncul ide-ide kreatif setiap kali Rapat Anggota Tahunan (RAT) digelar.
"Ketika RAT 2017 digelar Oktober silam, anggota kami sangat antusias dalam menyampaikan aspirasi mereka. Selalu ada ide-ide segar sehingga jenis pinjaman pun semakin bervariasi. Saya cukup terharu ketika ada anggota yang akhirnya bisa menyelesaikan kuliah karena bantuan dari koperasi," tandas Kiswati.
Kepala Suku Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jakarta Timur Samsu Rizal menyambut positif keberadaan koperasi internal seperti yang dimiliki Yayasan Rawinala. Walau belum berbadan hukum, koperasi tersebut terang-benderang membantu para anggotanya.
"Ya tentu saja sangat bermanfaat. Ketika karyawan sedang punya kebutuhan, mereka tidak perlu repot-repot lagi mencari pinjaman. Kami sangat apresiasi," kata Samsu kepada Media Indonesia.
Saat ini, di wilayah Jakarta Timur ada sekitar 2.000 koperasi berbadan hukum. "Kalau Koperasi Yayasan Rawinala ingin lebih berkembang lagi, kami tentu siap membantu dan menyupervisi. Tentunya harus terlebih dahulu berbadan hukum," lanjut dia.
Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menunjukkan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan domestik bruto nasional ialah 4,48%. Adapun jumlah wirausaha di Indonesia kini tercatat sekitar 3,1% dari total penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa.
Koperasi didorong terus berkembang di berbagai belahan Tanah Air. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah diperbarui pada 25 Juni 2018 menunjukkan ada 148.220 koperasi yang aktif di Indonesia pada 2016 silam. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved