Polisi masih Menyelidiki Penyebar Hoaks Video Pengeroyokan

Antara
27/9/2018 22:45
Polisi masih Menyelidiki Penyebar Hoaks Video Pengeroyokan
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

VIDEO pengeroyokan suporter Persija yang berujung pada kematian dengan kalimat tauhid dipastikan pihak kepolisian merupakan hasil pengeditan dan merupakan informasi palsu atau hoaks.

"Dari hasil analisa dan lab siber kami itu editan. Aslinya sudah ada di penyidik, penyidik sudah punya bukti komparatif, jadi dari hasil penyidikan ketemu di situ," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Kamis (27/9).

Dedi Prasetyo menuturkan Polda Jabar masih menyelidiki seseorang yang mengedit dengan memotong video pengeroyokan dan membubuhkan kalimat tauhid berulang-ulang.

Pihak kepolisian pun mendalami pelaku yang mengedarkan atau memviralkan video hoaks tersebut.

"Itu adalah editan, semua hoaks. Aparat kepolisian langsung bersurat kepada Kominfo  (Kementerian Komunikasi dan Informatika) untuk melakukan take down video," kata Dedi.

Polisi menyita gawai yang digunakan untuk merekam kejadian yang merupakan milik salah seorang tersangka untuk memprovokasi dengan mengunggah ke media sosial.

Gawai tersebut juga menjadi salah satu barang bukti penyidik satreskrim Bandung untuk mengungkap delapan tersangka pengeroyokan.

Polda Bandung masih mendalami hasil rekonstruksi untuk pendalaman lebih lanjut dan menangkap yang belum ditangkap.

Adapun insiden pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirla, 23, terekam dan tersebar di media sosial. Video berdurasi 22 detik itu memperlihatkan seorang pemuda yang tengah dihajar sejumlah orang meski dalam keadaan sudah tak berdaya.

Namun, kemudian muncul potongan video tersebut dengan kalimat tauhid selama pengeroyokan terjadi. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya