Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERASA sakit hati karena sering dirundung, GGR, 28, salah seorang siswa di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IT) di Sukadiri, Kabupaten Tangerang, nekat menghabisi nyawa seniornya, Fransiskus Goncalves,28 di rumah kontrakannya di Perumahan Cituis Indah, Blok-3 No 20 RT 04/06, Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Akibatnya, GGR, yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara, Selasa (25/9), dibekuk oleh petugas Polsek Pakuhaji di tempat persembunyiannya di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Pelaku kami tangkap saat akan melarikan diri di rumah salah satu temannya di wilayah Mauk," kata Kapolsek Pakuhaji, Ajun Komisaris Suyatno.
Lebih jauh Kapolsek menjelaskan, pembunuhan terhadap korban yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/9) malam, berawal ketika korban dan pelaku bersama teman-temannya mengadakan pertemuan untuk membahas loyalitas yunior kepada senior di rumah kontrakan korban di Perumahan Cituis Indah, Blok-3 No 20 RT 04/06, Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Saat itu juga, kata Kapolsek, timbul pertentangan di antara mereka. Bahkan, korban sempat memukul bagian kepala pelaku. Mendapat perlakuan seperti itu, pelaku yang merasa di-bully, sakit hati dan pulang ke kontrakannya di daerah Mauk.
Tidak lama kemudian, Kata Kapolsek, pelaku kembali lagi ke kontrakan dengan membawa pisau dapur. Korban yang sedang tidur-tiduran langsung diserang dan ditusuk di bagian dada. Korban pun berusaha melawan dengan mengejar pelaku yang kabur keluar rumah.
Karena mengalami luka yang cukup dalam, kata Kapolsek, korban terjatuh dan menghembuskan napasnya di tempat kejadian perkara. Melihat korban tidak berdaya, pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria warna Hitam.
Mendengar kejadian tersebut, kata Kapolsek, petugas datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah ke RSUD Kabupaten Tangerang. Setelah melakukan olah TKP dan keterangan dari beberapa orang saksi, petugas melakukan penangkapan kepada pelaku.
"Pelaku kami bekuk tidak jauh dari rumah kontrakannya di daerah Mauk, sesaat ia akan melarikan diri," kata Kapolsek.
Di hadapan petugas, pelaku mengaku tega membunuh seniornya karena sering di-bully dan terakhir di rumah kontrakannya.
"Ia merasa sakit hati karena sering di perlakukan kasar oleh seniornya atau korban," kata Kapolsek.
Barang bukti yang diamankan petugas, yaitu pisau dapur dan baju korban. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved