Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDAGANG Kaki Lima (PKL) di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, masih merajalela. Setelah digadang menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota awal tahun ini, PKL dilaporkan masih mengokupasi trotoar. Terpantau sejumlah PKL menduduki trotoar di Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jakarta Timur, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Bekasi Barat.
Di atas trotoar, kebanyakan PKL menjual hewan, seperti burung, ayam, reptil, dan ikan. Sejak pagi pedagang ikan mulai membersihkan rak-rak ikan cupang dan mengisi air pada plastik yang berisi ikan. Ember-ember besar sudah berisi ikan yang siap jual lengkap dengan selang. Akibatnya, trotoar kusam dan becek lantaran air dari ember meluber.
Posisi lapak dagangan para PKL memang berada di belakang jalur kuning (warning sign) untuk disabilitas. Namun, menjelang sore biasanya PKL lebih banyak lagi hingga memakan badan trotoar sisi luar. Jalur pejalan kaki menjadi sempit.
Edi, 49, salah satu pedagang ikan di trotoar mengatakan belum berencana pindah meski tahu akan ada penertiban. Sebelumnya, direncanakan pedagang ikan dipindah ke Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menanggapi itu Edi menggelengkan kepala tanda tidak berminat pindah.
“Engga jadi kayaknya sih. Sampai sekarang belum ada apa-apa. Satpol PP kalau datang kadang-kadang saja,” imbuhnya.
Menuju Jalan Bekasi Barat PKL juga berdiri di depan ruko-ruko. Bahkan, di atas trotoar yang sudah diperlebar mulai muncul beberapa PKL bergerobak yang menjual kopi, mi ayam, dan tasbih. Sementara itu, 200 meter dari lokasi itu, mobil Satpol PP terparkir beserta petugasnya. Lima petugas itu tidak melarang para pedagang yang mengokupasi trotoar. Seorang petugas Satpol PP yang enggan disebut identitasnya mengatakan hanya melakukan razia bila ada instruksi dari pimpinan.
Pemprov DKI sebelumnya sempat merevitalisasi trotoar di Kawasan Jatinegara di beberapa titik, di antaranya di Jalan Bekasi Barat, samping Stasiun Jatinegara dan Jalan Jatinegara Timur, Rawa Bunga, arah Kampung Melayu. Trotoar menjadi lebih lebar sekitar 3-4 meter. Warning sign pun masih berwarna kuning cerah.
Trotoar yang sudah direvitalisasi itu tidak bersih seluruhnya. Trotoar di Jembatan Item, Jalan Jatinegara Timur, tak jauh dari lampu merah, dipenuhi pedagang barang bekas. Mereka menjajakan mulai dari TV, blender, sepatu, hingga cincin bekas. PKL biasa datang sore menjelang malam. Penyandang disabilitas dipastikan tidak bisa lewat karena PKL menutupi warning sign.
Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar sebelumnya mengatakan, akan menata Kawasan Jatinegara menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota. Beberapa kali Satpol PP merazia PKL di kawasan itu tahun ini. Namun, PKL datang lagi saat Satpol PP tidak merazia.
Camat Nasrudin mengakui belum bisa merelokasi PKL, terutama pedagang ikan. “Karena lokasi relokasi di Raden Intan belum siap.”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved