Mimpi Siswa Difabel Bisa Gunakan Angkot

(Dede Susianti/J-1)
18/9/2018 05:00
Mimpi Siswa Difabel Bisa Gunakan Angkot
(MI/DEDE SUSIANTI)

Berangkat 2 atau 3 jam lebih awal. Itu yang dilakukan Eman, remaja berusia 16 tahun, setiap harinya. Jika giliran masuk pagi, Eman, atau lengkapnya Muhamad Hilman, beranjak dari rumah setelah salat Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat giliran masuk siang, dia beringsut keluar rumahnya di Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, menuju sekolahnya, di Warung Jambu, pada pukul 10.00 WIB.

Tanpa lelah dia mengayuh kursi rodanya sepanjang belasan kilometer. Rute yang dilaluinya melewati Rumah Sakit Vania-Jalan Suryakancana-Pasar Bogor-BTM (Bogor Trade Mall)-Hotel Royal-Balai Kota Bogor-Sempur-Taman Kancana-Lodaya-Jalan Pajajaran-Rumah Sakit Mulia-Warung Jambu.

Eman siswa berkebutuhan khusus. Saat ini dia duduk di kelas 11 SMK Bina Profesi. Mengayuh kursi roda sendiri tidak hanya dilakukan saat menuju sekolah, tapi juga saat menjalankan aktivitas lainnya.

Dia aktif main voli di GOR Pajajaran, menjadi relawan kemanusian dan kegiatan polisi masyarakat, mengikuti kegiatan organisasi masyarakat, juga karang taruna.

Menurutnya, masa-masa sulit sudah berlalu. Dia menjalani rutinitas dengan bersemangat. Meski demikian, harapan dan mimpinya ialah suatu hari nanti tersedia angkutan kota khusus difabel di Kota Bogor.

Kalaupun tidak khusus, minimal trotoar ramah buat kaumnya, atau dibuatkan marka jalan difabel.

Meski saat ini trotoar di Kota Bogor sudah diperbaiki, Eman merasa masih sebagian kecil, itu pun di pusat kota saja. Jalur khusus yang disediakan belum ramah difabel. Deretan besi pembatas setiap ujung trotoar terlalu sempit sehingga difabel yang menggunakan kursi roda tidak dapat masuk.

Itulah sebabnya dia selalu menggunakan jalan raya setiap kali berangkat dan pulang sekolah. Padahal, berlaga dengan kendaraan di jalan raya membahayakan keselamatan dirinya.

"Besinya rapat banget. Jadinya saya pun enggak bisa masuk dan selalu menggunakan jalan raya," tuturnya. Harapan Eman bukan mustahil terlaksana. Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono menyebutkan saat ini pihaknya sedang membahas enam raperda. Salah satunya Raperda Penyelenggaraan dan Perlindungan Penyandang Disabilitas.

Sejalan dengan itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berjanji membuat desain baru agar trotoar bisa dimasuki disabilitas. "Maksudnya menghalangi sepeda motor masuk. Kita akan perbaiki desainnya agar ramah bagi penyandang disabilitas," cetusnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya