Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana menyebut kualitas air sungai di Ibu Kota sudah mengkhawatirkan. Meski secara kasat mata sungai tampak membaik karena sudah bersih dari sampah, faktanya 60% sungai di Jakarta sudah masuk kategori tercemar berat.
"Memang oke dari segi kasat mata kali atau sungai di Jakarta. Tapi, ternyata berdasarkan kualitas, air sungai ini mengkhawatirkan," kata Ali ketika ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.
Ia mencontohkan Sungai Ciliwung, yang secara kasat mata terus membaik. Padahal, air di Sungai Ciliwung masuk kategori tercemar sedang. Jumlah bakteri escherichia coli (e-coli) di Ciliwung mencapai 40 ribu per 100 mililiter, padalah baku mutu yang diizinkan untuk layak konsumsi adalah 1.000 per 100 milimeter.
"Jadi memang kelihatannya bagus buat berenang, tapi sebenarnya kurang bagus untuk dikonsumsi," tambah Ali.
Berdasarkan pengukuran kualitas air yang dilakukan Dinas Lingkung-an Hidup di 90 titik di 20 sungai di Jakarta, pada 2014 lalu, hanya 32% sungai yang dikategorikan tercemar berat. Namun, persentase itu terus meningkat pada 2015 menjadi 43%, dan meningkat lagi menjadi 60% hingga 61% pada 2016 dan 2017.
Pemprov DKI, kata Ali, kini tengah merumuskan rencana detail (roadmap) untuk mengatasi pencemaran sungai di Ibu Kota. Roadmap itu nantinya berisi upaya jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Perumusan roadmap itu ditargetkan rampung pada akhir bulan ini.
Ali belum bisa menjelaskan secara teknis langkah-langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI melalui roadmap itu. Namun, yang jelas untuk jangka pendek, Pemprov DKI menginginkan agar persentase air sungai yang tercemar berat tidak bertambah dari angka 60%.
"Untuk jangka pendek, tahun ini sudah harus ada perubahan. Paling tidak, yang tercemar berat ja-ngan bertambah. Diupayakan harus berkurang," tutur Ali.
Sementara itu, untuk jangka panjang, salah satu upaya yang memungkinkan ialah membangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal agar limbah rumah tangga tidak langsung mengalir ke sungai.
Revitalisasi Kalimalang
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginannya agar Sungai Ciliwung segera direvitalisasi, mencontoh Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan, yang airnya kini jernih dan asri di bantarannya. Keinginan itu ia sampaikan saat melihat langsung sungai yang sudah disulap menjadi bersih tersebut.
"Sungai Cheonggyecheon sebuah inspirasi yang sangat bagus. Kalau di Jakarta Ciliwung bisa jadi bersih seperti ini, wow, dan itu bisa," kata Jokowi di Seoul, Selasa (11/9).
Gayung bersambut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung mengutarakan niatannya menyulap Sungai Kalimalang di Bekasi. Ia bahkan menyatakan desain dan perencanaan revitalisasi Kalimalang sudah dimulai minggu depan.
"Warga Kota Bekasi tercinta, minggu depan sudah dimulai desain dan perencanaan revitalisasi Kali Malang. Semoga bisa sekeren Sungai Cheyonggyecheon di Seoul. Dikawal warga teladan kang @kangmalik_. Hatur nuhun #JABARJUARA," tulis Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, melalui akun Instagramnya, @ridwankamil, Rabu (12/9). (A-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved