Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELUNDUPAN narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) melalui paket pos pada delapan bulan pertama 2018 dilaporkan terus berlangsung.
Sepanjang periode Januari-September 2018 terungkap sedikitnya 8 kasus peyelundupan narkoba melalui jalur tersebut.
Pengungkapan itu berhasil dilakukan berkat kerja sama antara Bea Cukai, PT Pos Indonesia, dan Polda Metro Jaya.
Menurut keterangan tertulis yang diterima, Kantor Bea Cukai telah menyita 719,8 gram methamphetamine, 50.000 butir ekstasi, 4 kg daun khat, 4 kg ketamine, dan 30.000 butir happy five sepanjang 2018 di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jakarta Oentarto Wibowo, mengatakan barang bukti tersebut diselundupkan dengan berbagai macam upaya dan modus melalui barang kiriman pos untuk mengelabui petugas.
"Ke depan ini harus menjadi perhatian kita bersama karena modus penyelundupan berbagai jenis narkotika ke Tanah Air semakin banyak," ujar Wibowo, Senin (10/9).
Ia mengakui selain beragam, modus operandi dan cara pengemasan dan penyimpanan narkoba oleh pelaku kian canggih.
Kepala Regional PT Pos Indonesia, Oni Hadiono, menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kantor pos negara-negara pengirim barang haram itu.
Pengungkapan itu juga menjadi bahan evaluasi bagi mereka untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas barang di PT Kantor Pos Indonesia.
"Ada berbagai upaya pencegahan yang kita lakukan, misalnya screening. Tentunya ada yang lolos, jadi ini menjadi bahan evaluasi kami," kata dia.
"Modusnya macam-macam seperti dimasukkan ke sol sepatu dan ke dalam pembungkus snack yang dikemas untuk mengelabui petugas," ujarnya.
Adapun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengingatkan siapa pun untuk tidak coba-coba untuk mengirimkan barang-barang yang dilarang negara atau undang-undang.
"Karena pasti akan ketahuan seperti ini," tegasnya.
Dony Alexander, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, pada kesempatan yang sama mengungkapkan semua 18 terduga pelaku yang ditangkap rata-rata sudah dewasa.
"Para tersangka ini posisinya penerima dan akan mengedarkan. Berdasarkan database mereka, ada beberapa yang sindikat," kata Dony.
Berdasarkan jumlah barang bukti yang disita, kata dia, sangat dimungkinkan barang-barang terlarang tersebut bakal diedarkan tidak hanya di Jakarta melainkan juga di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika oleh tim gabungan tersebut bermula saat penggagalan upaya penyelundupan 4 kg daun khat/katinon.
Petugas pun mencurigai satu paket dari negara Ethiopia dengan alamat tujuan Jakarta Pusat yang tiba di Kantor Pos Pasar Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved