Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta akhirnya menyetujui anggaran pendamping RW untuk musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) sebesar Rp1,6 miliar, setelah anggaran itu sempat ditolak sebanyak dua kali. Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra Syarif menilai anggaran tersebut masih layak untuk diterima setelah pihaknya mendapat penjelasan yang lebih detail dari pihak Pemprov DKI.
"Saat di rapat Komisi A penjelasan Bappeda (Badan Perencana Pembangunan Daerah) tidak meyakinkan, penjelasannya berbeda dengan di forum Banggar. Setelah saya dengar penjelasan dari Bappeda dan Sekda saya berpendapat anggaran ini masih layak disetujui," kata Syarif ketika dihubungi, Sabtu (8/9)
Syarif menyatakan setuju dengan fungsi pelatihan teknis untuk pendampingan RW untuk mengoptimalkan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Dengan demikian, usulan-usulan di tingkat RW bisa terserap lebih baik. Namun, ia tidak sepakat apabila pelatihan tersebut diberikan kepada orang-orang baru yang berasal dari luar lingkup RW.
"Orang yang sudah ada saja dilatih, jangan menambah orang baru," jelas Syarif.
Persetujuan atas anggaran pelatihan pendamping RW ini disepakati pada rapat Banggar, Jumat malam lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah untuk keempat kalinya memohon kepada Banggar untuk meloloskan anggaran tersebut. Padahal sebelumnya anggaran itu telah dua kali ditolak oleh Banggar.
Penambahan pendamping dari masyarakat ini diatur oleh Gubernur Anies Baswedan dalam Pergub Nomor 81 Tahun 2018. Melalui Pergub itu, Pemprov DKI akan memberi upah bagi pendamping pembahasan APBD dari tingkat RW hingga provinsi Rp150 ribu per orang per hari. Ada 2.737 anggota yang akan direkrut se-DKI, dengan sebaran satu orang per RW. Pendamping ini akan membantu memasukkan usulan warga ke e-musrenbang dan mengawalnya hingga ke tingkat musrenbang provinsi.
Pendamping RW rencananya mulai ditugaskan pada 2019 mendatang. Sementara untuk tahun ini, mereka akan lebih dulu diberi pelatihan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved