Koridor 2 dan 6 TransJakarta Akan Dibuat Pelican Crossing

Yanurisa Ananta
04/9/2018 19:43
Koridor 2 dan 6 TransJakarta Akan Dibuat Pelican Crossing
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

TIDAK hanya Koridor 1 TransJakarta (Kota-Lebak Bulus) saja yang dibuat pelican crossing sekaligus ramp di haltenya. Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan koridor 2 (Pulo Gadung-Harmoni) dan koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas 2) bisa dibuat pelican crossing serta ramp.

“Kami akan masuk ke koridor 6 dan koridor 2. Pulomas itu sebenarnya bisa,” ujar Budi Kaliwono, Selasa (4/9).

Hari ini, PT TransJakarta meresmikan pembuatan ramp di Bank Indonesia. Ramp merupakan jalan penghubung antara permukaan tanah yang lebih rendah ke permukaan tanah yang lebih tinggi. Sehingga penyandang disabilitas, seperti pengguna kursi roda tidak perlu menaiki jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menggunakan TransJakarta. Ramp tersebut kemudian menyambung ke pelican crossing yang dibuat di kedua sisi jalan.

Budi menjelaskan, ramp dan pelican crossing bisa dibuat di Halte TransJakarta yang berada di persimpangan jalan dan memiliki lampu lalu lintas. Syarat lainnya, halte TransJakarta harus memiliki median jalan selebar 3 meter.

“Bangun pelican itu bukannya semata-mata harus ada lampu merah dan penyeberangan. Kita mesti lihat dulu kelayakan lebar dari median (jalan) tadi. Idealnya 3 meter. Di Jalan Pemuda itu Cuma 2 meter bisa juga sebenarnya,” jelas Budi.

Pemprov DKI tengah menggencarkan pembuatan pelican crossing dan ramp di sejumlah halte TransJakarta. Tujuannya untuk memudahkan akses pejalan kaki. Salah satu halte TransJakarta yang sudah dilengkapi pelican crossing, misalnya Halte Monas. Selanjutnya akan dibuat juga di persimpangan Sarinah dan pelican halte Hotel Indonesia oleh PT Mass Rapid Transit (MRT).

Namun, pembuatan konsep itu belum bisa direalisasi selain di koridor 1 untuk saat ini. TransJakarta ingin melihat efektivitas penggunaan pelican crossing terlebih dulu. Keberadaan JPO yang sudah ada pun rencananya akan dirobohkan bila pelican crossing dinilai lebih efektif.

“Kalau memang ternyata pelican crossing sudah cukup menolong ya tidak perlu JPO. Bongkar. Pada saat lampu menyeberang ini hijau itu cukup lama loh jedanya. Tidak usah berlari cukup untuk nyebrang jadi sebetulnya pelican crossing ini cukup waktu lah untuk dilintasi,” lanjut Budi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penyediaan pelican crossing dilakukan untuk membiasakan para pengemudi kendaraan menghargai pejalan kaki. Menurut Anies, membuat pelican crossing itu mudah. Lebih dari itu, ada proses pembiasaan untuk pengemudi kendaraan menghargai pejalan kaki yang menyeberang.

“Kalau bikin pelican crossing mudah. Cukup dicat, cukup perintahkan petugas. Tapi yang lebih penting adalah proses pembiasaan bagi pengemudi kendaraan untuk menghargai pejalan kaki yang menyeberang,” kata Anies saat peresmian pelican crossing di Halte TransJakarta Bank Indonesia, Selasa (4/9). (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya