OK OCE Mart Kalibata Tak Mampu Tanggung Biaya Operasional

Nicky Aulia Widadio
03/9/2018 19:30
OK OCE Mart Kalibata Tak Mampu Tanggung Biaya Operasional
(MI/Bary Fathahilah)

KETUA Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya menyebut tutupnya OK OCE Mart Kalibata salah satunya disebabkan tanggungan biaya operasional dengan keuntungan yang didapat tidak sebanding. OK OCE Mart Kalibata beroperasi di atas lahan sewa.

Jika lahan yang digunakan tidak sewa, Faran meyakini gerai OK OCE tersebut masih bisa beroperasi. Biaya sewanya saja bisa sebesar Rp1 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Namun, lanjut Faran, karena keuntungan tidak bisa menutupi biaya sewa maka akhirnya sewa lahan tidak diperpanjang.

"Kalau lahannya tidak sewa masih memungkinkan menutup biaya operasional," kata Faransyah ketika dihubungi, Senin (3/9).

Meski demikian, Faransyah menyebut baik PGO maupun Pemprov DKI tidak bisa membantu banyak soal tutupnya OK OCE Mart Kalibata tersebut. Pasalnya, brand OK OCE Mart tersebut bukan milik PGO maupun Pemprov DKI.

"Brand OK OCE Mart bukan brand-nya PGO, bukan pula brand-nya Pemprov," ujar Faransyah.

Faransyah menceritakan, brand OK OCE Mart muncul pada masa Pilkada DKI lalu. OKE OCE Mart merupakan inisiasi dari penggerak OK OCE Alex Asmasoebrata dan Lilis.

"Karena OK OCE sifatnya gerakan, pada saat kampanye kita membolehkan semua relawan kita memakai brand OK OCE, salah satu yang dipakai itu brand OK OCE Mart," kata Faransyah.

OK OCE Mart pun rata-rata berdiri di atas tanah milik relawan, kecuali OK OCE Mart Kalibata yang menggunakan lahan sewa. Biaya sewa lahan ternyata menjadi beban bagi OK OCE Mart Kalibata karena tidak sebanding dengan pendapatan. Hal ini menjadi pemicu tutupnya OK OCE Mart Kalibata.

Faransyah menjelaskan, OK OCE Mart berbeda dengan produk retail milik OK OCE, yakni Gerai OK OCE. Bedanya, Gerai OK OCE menyuplai barang dari PD Pasar Jaya dan mendapat pendampingan dari Pasar Jaya.

"Kalau OK OCE Mart setahu saya teman-teman itu tidak terlalu berpengalaman di bidang retail," ujar Faransyah.

PGO pun, kata Faransyah, pernah menawarkan pendampingan bagi OK OCE Mart namun ditolak oleh pengelola. Mereka beralasan bisa memasok barang dari PD Pasar Jaya dengan alasan bisa mencari pasokan barang dengan harga yang lebih murah.

"Mereka bilang ada yang lebih murah dari PD Pasar Jaya, padahal saya sudah jelaskan manfaatnya tidak hanya dari segi mahal atau murah, tapi dari sisi pengelolaan dan pendampingan," ucapnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya