Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan data statistik dan ekspektasi dan respons masyarakat terhadap sistem ganjil-genap positif.
Karena itu, berdasarkan data statistik dan masukan dari masyrakat, BPTJ pun sepakat sistem manajemen rekayasa lalu lintas itu dilanjutkan hingga Asian Paragames 2018 pada 6-13 Oktober.
Pengaturan manajemen rekayasa lalu lintas ganjil-genap diuji coba sejak awal Juli lalu dan diberlakukan jauh-jauh hari sebelum Asian Games 2018, yaitu pada awal Agustus.
"Nah, dari dua bulan ini kita evaluasi terus dan memang hasil evaluasinya menunjukkan hal yang positif," ujar Bambang kepada Media Indonesia, Minggu (2/9).
Hasil evaluasi yang positif, kata dia, tidak lantas membuat BPTJ dan pemangku kepentingan terkait puas. Karena itu, pihak mereka menggelar beberapa kali focus group discussion (FGD).
"FGD menjaring aspirasi para stakeholder dan masyarakat," kata Bambang.
Ia pun membeberkan sejumlah hasil evaluasi yang positif tadi. Data-data berdasarkan ilmu transportasi menunjukkan terjadi peningkatan kecepatan yang sangat signifikan, yaitu hampir 40%.
"Dulu kecepatan 22 km per jam menjadi 45-50 km per jam. Kemudian otomatis terjadi pengurangan kepadatan lalu lintas sebesar 30%. Waktu tempuh terpangkas rata-rata 50%," terangnya. "Dulu orang butuh 1,5 jam sekarang 45 menit sudah sampai tujuan."
Pendeknya, tambah Bambang Prihartono, kebijakan ganjil-genap berhasil mengubah perilaku masyarakat dalam bertransportasi. "Terjadi perubahan mindset masyarakat, yakni peningkatan jumlah penumpang angkutan umum."
Dampak negatif
Penasihat Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Handaka Santosa, mengatakan kebijakan perluasan ganjil-genap memukul usaha retail. Pendapatan atau jumlah pengunjung pusat perbelanjaan di Jakarta disebut mengalami penurunan.
"Pada prinsipnya kita akan mengikuti apa yang diputuskan oleh pemda atau pemerintah pusat dalam pengaturan lalu lintas," ujar Handaka saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (1/9). "Cuman kami mengharapkan pemerintah juga memikirkan akibat-akibatnya lebih jauh sebelum menetapkan."
Terkait hal ini, Handaka mengaitkan dengan situasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,27%. Karena itu, pelaku usaha meminta pemerintah berhati-hati dan supaya mengajak pelaku usaha berdiskusi.
Perluasan penerapan sistem ganjil-genap hingga ke jalan-jalan paling inti di Jakarta, tambah Handaka, juga memengaruhi tingkat kunjungan di pusat-pusat perbelanjaan di Ibu Kota.
"Ada penurunan sekitar 10%-20%. Saya sebagai pelaku ritel atau mal merasakan hal itu bahwa kami sudah mengalami penurunan ini. Apalagi, ganjil-genap diberlakukan hingga Sabtu dan Minggu," ujar Handaka.
Menurut pemantauan, kondisi lalu lintas di ruas Jl Sudirman dan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terlihat lengang, Sabtu (1/9). Deni, 38, pengemudi ojek pangkalan mengaku senang dengan kondisi jalan utama Jakarta yang lengang. Ia mendukung kebijakan ganjil-genap karena memudahkannya antar-jemput konsumen. Deni mengaku pendapatannya naik saat jalan lengang. (X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved