Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan kebijakan rekayasa lalu lintas ganjil genap berhasil mengubah perilaku masyarakat dalam bertransportasi.
"Yang tidak kalah penting adalah terjadi perubahan mindset masyarakat. Apa itu? Terjadinya peningkatan jumlah penumpang angkutan umum," ujar Bambang kepada Media Indonesia, Minggu (2/9).
TransJakarta mengklaim mengalami peningkatan penumpang sebesar 40% dan commuter line meningkat sebesar 20%. Di samping itu, testimoni dan masukan dari masyarakat terhadap penerapan sistem ganjil genap segaris dengan hasil positif yang ditunjukkan data-data statistik tadi.
Bambang mengaku, pernah bertanya atau melakukan survei langsung ke masyarakat dan sopir taksi. Sang sopir, kata dia, menginginkan agar sistem ganjil genap diperpanjang.
"Dia bilang perpanjang dong, Pak. Saya tanya kenapa, penumpang meningkat, ya? Dia jawab, 'bukan masalah penumpang meningkat tapi lancar, Pak'" kata Bambang menirukan.
BPTJ bersama dengan pemangku kepentingan di sektor transportasi juga telah melakukan beberapa kali focus group discussion (FGD). Tujuannya untuk menjaring aspirasi para stakeholder dan masyarakat.
"Para pakar semua mengatakan bahwa ini (ganjil genap) harus dilanjutkan karena perubahan momen yang sangat pas. Masa setelah Asian Games kita kembali ke kondisi yang tidak baik itu," kata dia.
"Nah, atas dasar itulah kita tim sepakat bahwa sistem ganjil genap kita lanjutkan hingga perhelatan besar di depan yakni Asian Paragames 2018," sambungnya.
Dari sisi dampak ekonomi, ganjil genap disebut bisa menghemat sebesar Rp14 trilun per tahun dari konsumsi bahan bakar minyak saja. "Belum kita bicara kesehatan dan kecelakaan segala macam. Angka kecelakaan menurun 20%." paparnya.
Sementara dalam merespons keluhan kalangan dunia usaha retail yang mengalami penurunan pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta, Bambang mengatakan pihaknya memiliki solusi yaitu membenahi angkutan umum.
"Setuju, itu masukan juga pada kita dari para pakar. Kita juga segera membenahi angkutan umum, kita carikan solusinya. Saya bantu carikan solusinya berupa kita adakan trayek-trayek dari mal-mal," terang Bambang.
"Itu tandanya kita memerhatikan mereka juga, dan mereka juga harus mencarikan solusinya juga dong," pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved