Saat Ramadan, Warga Diimbau tak Lakukan Tradisi Bangunkan Sahur
Intan Fauzi
12/6/2015 00:00
(MI/ BARY FATHAHILAH)
SAAT Ramadan, angka kriminalitas termasuk tawuran meningkat. Tawuran meningkat di jam-jam tertentu.
"Pada saat bulan suci malah tingkat kriminalitas dan tawuran meningkat. Jam-jam tertentu setelah taraweh rawan, menjelan sahur rawan, menjelang subuh rawan lagi," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Rudy Heriyanto saat membuka Gerakan Masyarakat Antitawuran Kecamatan Tambora di depan Seasons City Mall, Jakarta Barat, Jumat (12/6).
Untuk mengurangi potensi tersebut, pihak kepolisian meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan seperti tradisi membangunkan sahur.
"Kegiatan masyarakat yang sifatnya membangunkan sahur, itu juga harus diatur sebagaimana mestinya agar tidak menimbulkan kerawanan. Hal-hal seperti itu harus dikurangi, kalau bisa tidaj perlu diadakan karena itu merupakan potensi adanya tawuran," papar Rudy.
Tradisi membangunkan sahur, kata Rudy, sifatnya tak terlalu penting toh ada pengumuman dari masjid atau dapat menggunakan alarm handphone. Jika tetap ingin, warga dapat melakukannya dengan cara formal.
"Kalau mau, dijalankan dengan formal. Ada penanggung jawabnya dan jelas wilayahnya. Jangan jam 12 malam sudah bangunkan sahur atau malah RT sini bangunkan sahur di RT sana," jelasnya. (Q-1)