Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri berhasil membongkar dua sindikat pengedar narkoba. Empat orang diringkus, satu di antaranya terpaksa ditembak mati.
Dari sindikat pertama, polisi menangkap SI, warga negara Malaysia. Pria itu bekerja dari salah satu apartemen di Jakarta. Ia memproduksi ekstasi jenis baru berupa bubuk.
“Pelaku membuat ekstasi untuk dijual di diskotek dan karaoke di Jakarta. Setiap saset ekstasi bubuk dijual Rp2 juta,” papar Direktur Reserse Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto, di Cawang, Jakarta Timur,
Jumat (31/8).
Polisi, lanjut dia, masih memburu seorang pelaku lain yang berperan sebagai pembuat ekstasi serbuk. Pria asal Tiongkok itu meninggalkan lokasi sebelum polisi datang. Bahan ekstasi dikirim dari Tiongkok.
Kasus kedua melibatkan tiga pelaku, seorang di anta-ranya penghuni Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang. Dari tangan mereka, polisi menyita 6,5 kilo-gram sabu dan ribuan pil ekstasi.
“Satu pelaku, warga Tiongkok, berinisial LS, 28, terpaksa ditembak mati karena berusaha melarikan diri. Dua pelaku lain, yakni MK, 24, dan AR, 35, masih terkait hubungan keluarga,” tutur Eko.
AR merupakan narapidana kasus narkoba yang masih menjalani hukuman di LP Pe-muda Tangerang. Dalam pemeriksaan MK mengakui sabu berasal dari Malaysia.
Sindikat itu terungkap setelah pada 24 Agustus lalu, polisi menangkap MK di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dari tangannya disita 6,5 kg sabu.
Dalam pengembangan polisi menangkap AR yang diduga sebagai pengendali jaringan itu. MK juga menunjukkan peran dari LS, warga Tiongkok. Saat menyatroni tempat tinggal LS di wilayah Tangerang, pelaku melawan sehingga terpaksa ditembak mati.
“Hasil tes darah yang kami lakukan terhadap pelaku juga menunjukkan bahwa dia mengidap HIV,” tandas Eko.
Pada kesempatan yang sama, Eko menyatakan pihaknya juga menyita ribuan pil ekstasi asal Belgia. Barang itu dikirim lewat jasa pengiriman barang. “Kami masih melacak alamat pengirim dan penerima barang,” tambahnya.
Di Jakarta Barat, Polsek Metro Tamansari menangkap Franky, 40, pelaku tabrak lari di Jalan Hayam Wuruk. Dalam penggeledahan, polisi menemukan peralatan untuk mengonsumsi sabu di dalam mobilnya.
“Saat kami melakukan tes urine, hasilnya menunjukkan bahwa ia positif mengonsumsi sabu,” ujar Kepala Reserse Kriminal Polsek Metro Tamansari Ajun Komisaris Rango Siregar. (TS/MTVN/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved