Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN jalur Puncak 2 tetap dibutuhkan. "Selain menjadi alternatif peretas kemacetan di jalur Puncak 1, jalur Puncak 2 akan menggairahkan roda perekonomian masyarakat di wilayah timur karena akses yang semakin cepat dan mudah," ungkap Bupati terpilih Bogor, Ade Munawaroh Yasin, Rabu (29/8).
Keinginan Ade itu selaras dengan kebijakan yang ditempuh bupati saat ini, Nurhayanti. Pekan lalu, Pemerintah Kabu-paten Bogor menggelar rapat koordinasi soal itu. Keputusannya, pemkab akan melanjutkan pembangunan jalur Puncak 2 dan mendorong sejumlah pihak untuk melaksanakannya.
"Memang pemerintah pusat mengalihkan fokus penataan Puncak dari rencana sebelumnya menyelesaikan jalur Puncak 2 dengan mengembalikan kondisi Puncak 1 atau Cisa-rua. Namun, pemkab tetap akan mendorong pembangunan jalur Puncak 2," tutur Nurhayanti.
Puncak 1 ialah jalur mulai dari simpang Gadog-Cisarua hingga Cipanas. Sementara itu, jalur Puncak 2 atau poros tengah timur mulai dari keluar Tol Sentul atau mulai Sirkuit Sentul, Babakan Madang, hingga Cipanas, Cianjur.
Pemkab Bogor sudah memasukkan program pembangunan Puncak 2 ke rencana pembangunan jangka panjang. Mereka juga merumuskan ske-ma baru. "Kami mendorong terus pembangunan Puncak 2. Hanya saja, tidak mungkin proyek ini ditangani dengan dana APBD saja karena masih banyak sektor lain yang harus jadi fokus perhatian," tandas Bupati.
Semula, dalam rencana, Pemkab Bogor menyediakan lahan dan pembangunan fisik ditangani pemerintah pusat. Kabid Sarana Prasarana, Ba-dan Perencanaan Pembangun-an Daerah Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan, untuk pembebasan lahan, Bogor sudah membelanjakan dana total Rp76 miliar dari APBD 2012 dan 2013.
"Pada 2011 lalu, Pemkab Bogor menghitung biaya pembangunan jalur ini diperkirakan mencapai Rp800 miliar," tandasnya.
Proyek ini sebenarnya sudah berjalan pada 2012-2013. Dari panjang total 48,7 kilometer sudah dibebaskan 18 km dengan lebar 30 meter. Namun, pada 2014, proyek itu dihentikan.
Selain jalur Puncak 2 itu, di jalur yang sama sebelumnya sudah ada jalur Puncak 2 lama. Namun, jalur itu seolah terlupakan. Selain sepi, infrastrukturnya masih jelek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved